Terakhir presentasi Saya di sekolah, walaupun Saya sudah belajar dengan sangat baik, akan tetapi performa saat presentasi Saya sangat buruk, dikarenakan oleh rasa malu Saya yang sangat besar.Saya tidak punya banyak teman, karena Saya sangat pemalu. Saya tidak memiliki kemampuan untuk mengatakan pendapat saya di depan banyak orang.Saya selalu khawatir tentang pendapat masyarakat tentang saya Ini adalah beberapa permasalahan yang dihadapi berbagai remaja yang menderita atas rasa malunya. Lalu muncul pertanyaan-pertanyaan, seperti: - Mengapa ada rasa Malu? - Bagaimana cara mengatasinya? - Bagaimana cara mengetahui jika saya pemalu atau tidak? Sebelum kita menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas pertama-tama kita bagi dulu rasa malu ini, yaitu malu positif atau disebut hayaa' dan malu negatif. Jangan Bingung Antara Hayaa' dengan Malu Negatif Banyak anak muda yang salah paham maksud dari hayaa', dan percaya bahwa tidak ada perbedaan antara hayaa' dan malu negatif. Dalam Islam hayaa' sangat penting pada cabang keimanan. Namun, ada perbedaan besar antara malu negatif dan hayaa '. Hayaa 'adalah kata yang menunjukkan bagaimana orang menghindari melakukan dosa, atau paling tidak malu untuk melakukan dosa atau sesuatu yang dilarang oleh Maha Kuasa Allah dan Rasul-Nya. Di sisi lain, malu negatif, berasal dari kurangnya komunikasi sosial, rendahnya harga diri, sehingga menyebabkan orang pemalu menjadi tertutup dan terkucil. Jenis malu ini yang dianggap sebagai negatif. Namun, ada beberapa indikasi yang dapat memberitahukan apakah Anda merasa menderita dari perasaan malu karena kurangnya percaya diri atau tidak. INDIKASI Sebenarnya, rasa malu adalah perasaan batin yang muncul melalui tindakan Anda tergantung situasi yang Anda sedang hadapi. Terutama saat berhadapan dengan orang banyak. Rasa malu disertai oleh beberapa gejala seperti panik, gugup, terdiam tidak dapat mengeluarkan kata yang dimaksud, dan perasaan tidak aman oleh sekitar Anda. Orang pemalu mungkin juga menghadapi beberapa masalah fisik, seperti kesulitan bernapas dan berkeringat lebih banyak.
Orang pemalu tidak memiliki kemampuan presentasi yang baik, itulah mengapa mereka lebih memilih pekerjaan yang tidak memerlukan keahlian ini atau mereka lebih memilih pekerjaan dibalik layar. DAMPAK NEGATIF Rasa malu dapat menyebabkan beberapa masalah dan dapat bertindak sebagai penghalang untuk mencapai tujuan atau cita-cita. Du'aa 'Megahed, 25 tahun bekerja sebagai analis bisnis, mengatakan bahwa ia kehilangan beberapa proyek, dan kesempatan dalam hidup karena perasaan malu. Bahkan, Anda akan gagal saat melamar pekerjaan yang dipilih karena perasaan malu, pada saat tes wawancara, walaupun memiliki profil yang bagus dan kualifikasi yang diperlukan. Orang pemalu juga mungkin menghadapi berbagai masalah psikologis, seperti kegelisahan dan keyakinan diri yang rendah. MENGAPA MALU? Faktanya, ada berbagai sebab dibalik rasa malu. Dalam banyak kasus, rasa malu dapat dimulai dari masa kanak-kanak, karena beberapa penyebab, misalnya, orang tua yang over protection sehingga saat menginjak usia remaja tidak mampu untuk menyatakan diri atau menghadapi situasi apapun dengan keberanian. Kurangnya pengalaman hidup adalah salah satu sumber rasa malu. Dengan kata lain, untuk menghadapi situasi yang baru pertama kali mungkin mengakibatkan perasaan malu. Rendah diri adalah alasan lain di balik perasaan malu, karena jika Anda tidak percaya diri dengan kemampuan Anda, perasaan ini dapat dikonversi menjadi perasaan malu. Situasi saat Anda mendapatkan sindiran atau kritikan bisa menjadi alasan utama di balik perasaan malu, karena setelah menghadapi situasi seperti ini Anda mulai kehilangan keberanian, dan kemampuan mengekspresikan diri sendiri (Hilangnya rasa percaya diri). BAGAIMANA CARA MENGATASINYA? Memahami masalah. Hal pertama yang harus Anda lakukan yaitu memahami sepenuhnya masalah rasa malu Anda, dan bagaimana perasaan negatif tersebut mepengaruhi hidup anda. Selain itu, mengatasi alasan yang menyebabkan perasaan tersebut adalah bagian penting dari mengatasi perasaan malu Anda. Langkah penting lainnya adalah memiliki niat dan keinginan untuk mengatasi perasaan malu. Memiliki pikiran yang positif. Memaksimalkan titik kekuatan dan kelebihan Anda membantu mendapatkan rasa percaya diri dan dapat mengatasi rasa malu (Rasa PD > Rasa Malu). Karena faktanya, setiap manusia tidak hanya memiliki kekurangan tetapi juga memiliki kelebihan yang harus diketahui dan digunakan secara maksimal. Mendorong Anda untuk berbicara!. Orang-orang di sekitar Anda, yang cukup berani untuk berbicara di berbagai acara tidak lebih baik dari Anda. Anda jangan terlalu menanggapi opini orang di sekitar Anda karena belum tentu sepenuhnya benar (Be Yourself!), dan ingat bahwa melakukan kesalahan adalah hal yang membuat Anda belajar. Bahkan, Anda tidak akan pernah dapat mengembangkan keterampilan, kecuali jika Anda berbicara dan mengatakan pendapat Anda secara bebas. Berpartisipasi dalam kegiatan Kelompok. Menjadi bagian dari kelompok kerja atau tim sebuah kegiatan. Ada orang mengatakan bahwa pengalaman karir kerjanya didapatkan lebih banyak dari hasil berinteraksi dengan orang-orang, dan ini sangat membantu dia untuk mengatasi perasaan malu dan terjadi secara bertahap. Berdoa. Ini sangat penting untuk meminta kepada Allah Yang Maha Kuasa untuk memberikan lebih banyak kekuatan dan keberanian agar mengatasi perasaan malu Anda. Tidak sulit untuk mengatasi perasaan malu Anda. Sebenarnya, itu keputusan Anda apakah akan tetap malu sampai sisa hidup Anda atau bekerja untuk meningkatkan kemampuan Anda dan mengatasi perasaan malu yang dapat mempengaruhi kehidupan sosial dan karir secara negatif. Sesungguhnya Islam sudah menyebutkan dalam al-Qur’an surat ar-Ra’du ayat 11, yang maknanya: “Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah nasibnya”. Nb: ditulis oleh Shiam EL-Bassiouni from http://www.islamonline.net/ |
Categories: