PINDAH, sebuah kata biasa tapi sarat makna, dimana terjadi perubahan dari satu keadaan ke keadaan lainnya. Saya, kamu, kita pasti pernah merasakan hal ini. Pindah sekolah ke jenjang lebih tinggi, pindah kantor ke tempat lebih baik, pindah rumah ke lingkungan yg lebih nyaman atau pindah hati ke orang yang lebih menerima kita dengan tangan terbuka.
Agak random sebenernya kenapa tiba-tiba ngomongin tentang pindah, terbesit begitu aja sekilas di kepala terus langsung coba dituangin disini lewat tulisan.
Gak terasa beberapa tahun ini terjadi banyak perpindahan di kehidupan saya. Mulai dari hal simpel kaya pindah posisi tidur sampe yg rumit kaya pindah lokasi kantor dan rumah.
Ketika pindah ada keadaan positif dan negatif yg ikut terbawa oleh kita ke tempat baru nantinya. Kenangan manis keadaan sebelumnya akan jadi sesuatu yg sulit untuk dilupakan, sebaliknya rasa syukur terhatur pada Sang Khalik bahwa kenangan buruk masa lalu akan tertinggal selamanya (insyaallah).
Kalo ditelisik sejarahnya, perpindahan ini bahkan pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad pada masa itu dari Mekah ke Madinah, sebuah peristiwa yg umat Islam kenal dengan peristiwa Hijrah. Beliau berpindah (hijrah) saat itu, selain untuk berlindung dari ancaman kaum kafir, juga sebagai suatu tekad untuk berubah menjadi lebih baik lagi. Ya, berubah lebih baik.
Kadang sebagian dari kita pasti merasa keadaan jadi gak menyenangkan ketika kita terjebak dalam kondisi penuh tekanan, kurang penghargaan, dilingkupi rasa kekecewaan, dan seabrek rasa negatif lainnya. Kondisi kaya gini bisa jadi bom waktu yg bisa meledak kapanpun. Efeknya gak hanya melukai kita tapi juga orang-orang yg peduli di sekitar kita.
Pindah, jadi jalan keluar untuk mendapatkan keadaan yg lebih baik dari sebelumnya. Pindah dari bandel menjadi baik, dari sakit jadi sehat, dari suudzon menjadi husnudzon, dari pemalas jadi rajin, dari penyendiri jadi suka bersosialisai, dari egois menjadi peduli sesama. Pindahlah ke tingkatan yg lebih tinggi, jangan berpindah kedalam keadaan yg sama atau bahkan lebih buruk dari sebelumnya, karena kita pasti tidak mau jadi orang yg merugi bukan?
”Demi masa. Sesungguhnya manusia benar benar berada dalam kerugian. Kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan saling menasehati supaya menaati kebenaran dan saling menasehati supaya menetapi kesabaran...”
(QS. Al-‘Ashr: 1-3)
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Akhirnya kembali lagi nulis di blog ini, liputan dan editan video tiap hari bikin waktu untuk update ini blog jadi susah. Ya gak masalah juga sih, karena gak tiap hari juga ada sesuatu yang bener-bener spesial untuk di bagi di blog ini. Kenapa sekarang nulis lagi, karena ada hal spesial yang akan saya tuangin disini berdasar hasil renungan saya selama perjalan pulang kantor tadi sore.
Kalian yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya, atau di kota dengan kepadatan kendaraan yang sangat gak asik pasti setiap hari mengalami yang namanya macet kan? 10 atau 5 tahun lalu mungkin kemacetan hanya terjadi di beberapa jalan protokol dan di waktu tertentu seperti pagi dan sore hari saat para pekerja kantor melintas di jalanan. Tapi sekarang? tidak hanya jalan protokol, tidak hanya pagi dan sore hari, sekarang setiap jalanan mulai dari protokol hingga jalan kampung selalu macet hampir tiap waktu, mau itu pagi, siang, sore sampai malem.
Tau gak tanpa disadari kemacetan yang cukup parah di Jakarta membuat para ahli berprediksi pada 2020 kelak saat kita keluar rumah itu udah macet berkilo-kilo *ngeri*. Tidak hanya itu, kemacetan juga sadar atau tanpa kita sadari membuat masyarakat menjadi makhluk hidup dengan egoisme tingkat tinggi. Gak percaya? coba tengok di setiap perempatan atau pertigaan jalan besar, selalu saja ada pengemudi yang menerobos lampu lalu lintas, selalu saja ada pertengkaran ketika kendaraannya sedikit tersenggol orang lain, selalu saja ada makian ketika pengemudi lain merugikan kita di jalan. Semua itu berlabuh menjadi satu hal, yakni egoisme diri.
Entah apa yang salah sehingga masyarakat menjadi seperti itu, kalo menurut saya karena kurang bersyukur dan santai ngejalanin hidup aja sih. Kalo menurut saya jalan keluarnya mereka perlu berlibur ke alam sesekali jangan berkutat di hutan beton kota terus tiap hari. Dan yang parahnya hal ini gak hanya menimpa pengemudi sepeda motor aja, pengemudi mobil, bahkan pejalan kaki pun jadi berperilaku serupa karena efek kemacetan yang udah terlalu mendarah daging. Kita harus merubah kebiasaan yang makin jadi tabiat yang sangat buruk ini, ya kalo gak bisa mempengaruhi seseorang dari sifat egoisme akut, minimal kita mulai dari diri kita sendiri mudah-mudahan yang lain mengikuti. Ingat egoisme dekat dengan emosi, emosi dekat dengan stres, stres dekat dengan penyakit, penyakit dekat dengan kematian, kita gak mau kan karena egois kita jadi mati? agak gak nyambung sih tapi disambungin aja karena sebenarnya semuanya berkesinambungan kok *ngomong apa sih*.
Ingat.
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain." (HR. Ahmad, Thabrani, Daruqutni. Dishahihkan Al Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah)-Bagaimana kita menjadi baik jika bukan manfaat yang kita tebar, melainkan keburukan dan keegoisan yang menyusahkan orang lain-
Tulisan berikut saya kopi dari sebuah milis, ditulis almarhumah Yoyoh Yusroh
Mari menyelam bersama di sini:
Nasihat Seorang Arab kepada Putranya (Ukhti Nayifah Uwaimir)
Wahai putraku...
Agar engkau menjadi seorang raja yang berwibawa di hadapan manusia...
Janganlah berbicara dalam berbagai urusan
Kecuali setelah mengecek kebenaran sumbernya
Dan jika seseorang datang membawa berita, cari bukti kebenarannya sebelum dengan berani engkau berbicara
Hati-hati dengan isu... jangan percayai setiap yang dikatakan,
jangan pula percaya sesuatu yang setengah engkau lihat
Dan jika engkau mendapatkan cobaan berupa seorang musuh...
hadapi dengan berbuat baik kepadanya...
tolak dengan cara yang lebih baik, niscaya permusuhan itu berubah menjadi cinta kasih.
Jika engkau hendak mengungkap kejujuran orang, ajaklah ia pergi bersama... dalam bepergian itu jati diri manusia terungkap... penampilan lahiriahnya akan luntur dan jati dirinya akan tersingkap! Dan "bepergian itu disebut safar karena berfungsi mengungkap yang tertutup, mengungkap akhlak dan tabiat".
Jika engkau diserang banyak orang sementara engkau berada di atas kebenaran... atau jika engkau diserang dengan kritikan-kritikan buruk... bergembiralah... sebab mereka sebenarnya sedang berkata: "Engkau orang yang sukses dan berpengaruh," sebab, anjing yang mati tidak akan ditendang, dan tidak dilempar kecuali pohon yang berbuah
Wahai putraku...
Jika engkau hendak mengkritik, biasakan untuk melihat dengan mata tawon lebah... dan jangan memandang orang lain dengan mata lalat, sebab engkau akan terjatuh kepada perkara yang busuk!
Tidurlah lebih awal wahai putraku agar bisa bangun lebih awal... sebab keberkahan ada di pagi hari, dan saya khawatir kehilangan kesempatan mendapatkan rezeki ALLAH yang Maha Penyayang disebabkan engkau begadang di malam hari, sehingga tidak bisa bangun pagi!
Akan aku ceritakan kepadamu kisah seekor kambing dan serigala, supaya engkau aman dari orang yang berbuat makar
Dan saat seseorang memberikan tsiqah-nya kepadamu, jangan sampai engkau mengkhianatinya!
Akan aku ajak engkau ke sarang singa... akan aku ajarkan bahwa singa itu tidak menjadi raja hutan dikarenakan aumannya!
Akan tetapi, karena ia berjiwa tinggi!
Tidak mau memakan hasil buruan binatang lain, betapapun ia lapar... dan perutnya melilit-lilit... jangan mencuri jerih payah orang lain... sebab engkau menjadi keji!
Akan aku ajak engkau menemui bunglon... agar engkau menyaksikan sendiri tipu dayanya! Bunglon mengubah warna dirinya sesuai dengan tempat ia berada... agar engkau mengetahui bahwa yang seperti bunglon itu banyak... dan berulang-ulang! Dan bahwasanya ada orang-orang munafik... banyak pula manusia yang berganti-ganti pakaian... dan berlindung di balik alasan "ingin berbuat baik".
Wahai putraku...
Biasakan engkau bersyukur kepada ALLAH!
Cukuplah menjadi alasan untuk bersyukur kepadaNYA bahwa engkau dapat berjalan, mendengar, dan melihat!
Bersyukurlah kepada ALLAH, dan syukuri pula manusia...
sebab ALLAH SWT akan menambah orang-orang yang bersyukur
Dan manusia senang saat mendapati seseorang yang diberi sesuatu lalu orang itu menghargainya!
Wahai putraku... ketahuilah bahwa sifat utama yang paling agung dalam kehidupan ini adalah sifat jujur!
Dan bahwasanya kebohongan, meskipun tampak memberi keselamatan... namun jujur lebih berakhlak bagimu! Dan bagi orang sepertimu!
Wahai putraku...
Persiapkan alternatif untuk segala urusan... agar engkau tidak membuka jalan kehinaan!
Manfaatkan segala peluang... sebab peluang yang datang sekarang... bisa jadi tidak akan berulang!
Jangan berkeluh kesah... aku harap engkau optimis... siap menghadapi kehidupan...
Jauhilah orang-orang yang putus asa dan pesimis, lari dari mereka! Dan jangan sampai engkau duduk dengan seseorang yang selalu memandang sial kepada segala hal!
Jangan bergembira saat melihat orang lain terkena musibah... jangan pula menghina orang karena postur atau penampilannya...
Sebab dia tidak menciptakan dirinya... dan saat engkau menghina orang lain, pada hakikatnya engkau menghina ciptaan dari Dzat yang Maha Mencipta dan Membuat bentuk rupa.
Jangan membuka aib orang, sebab ALLAH akan membuka aibmu di rumahmu... sebab ALLAH-lah Dzat yang menutupi dan mencintai orang yang menutupi!
Jangan menzalimi siapapun... dan jika engkau hendak menzalimi dan engkau merasa mampu menzalimi, ingatlah bahwa ALLAH SWT lebih mampu!
Jika engkau merasa hatimu mengeras, usaplah kepala anak yatim... engkau akan terheran-heran... bagaimana usapan itu dapat menghilangkan rasa keras hati dari hatimu, seakan hatimu menjadi pecah dan melunak!
Jangan mendapat dalam perdebatan...
Kedua pihak merugi.
Kalau kita yang kalah, kita merugi telah kehilangan kebesaran kita, dan jika menang, kita juga merugi, telah kehilangan orang lain yang menjadi lawan debat kita... semua kita kalah... baik yang merasa menang dan yang merasa belum menang!
Jangan monopoli pendapat... yang bagus adalah engkau memengaruhi dan dipengaruhi!
Hanya saja, jangan larut dalam pendapat banyak orang... dan jika engkau merasa bahwa pendapatmu benar... tegarlah dan jangan terpengaruh!
Wahai putraku...
Engkau dapat mengubah keyakinan orang... dan engkau menguasai hati mereka tanpa engkau sadari! Bukan dengan sihir, bukan pula dengan jampi... namun, dengan senyumanmu... dan kosakatamu yang lembut... dengan keduanya, engaku dapat menyihir!
Oleh karena itu, tersenyumlah...
Mahasuci ALLAH yang telah menjadikan senyuman sebagai ibadah dalam agama kita, dan kita mendapatkan pahala darinya!
Di Cina... jika engkau tidak murah senyum, mereka tidak akan berikan lisensi kepadamu untuk membuka kedai...
Jika engkau tidak menemukan orang yang tersenyum kepadamu, tersenyumlah engkau kepadanya!
Jika bibirmu terbuka karena senyuman...
dengan cepat...
terbuka pula hati untuk mengekspresikan isinya.
Jika orang meragukanmu, bela dirimu... jelaskan... dan beri keterangan pembenarannya!
Jangan suka nimbrung dan mengenduskan hidungmu dalam segala urusan... jangan pula ikut-ikutan, berposisi bersama banyak orang saat mereka bersikap!
Wahai putraku... jauhkan dirimu dari hal ini... aku sangat tidak suka kalua melihatmu seperti ini!
Jangan bersedih wahai putraku terhadap apa yang terjadi dalam kehidupan! Sebab kita tidak diciptakan kecuali untuk diuji dan diberi cobaan... sehingga ALLAH melihat kita... adakah kita bersabar?
Karena itu... santai saja... jangan keruh hati! Yakinlah bahwa jalan keluar dekat...
"Jika mendung semakin hitam, pertanda, sebentar lagi hujan!"
Jangan meratapi masa lalu, cukuplah bahwa ia telah berlalu...
sia-sia kalau kita memegang gergaji kayu, lalu menggergaji!
Tataplah hari esok... persiapkan diri... dan singsingkan lengan baju untuk menghadapinya!
Jadilah orang yang mulia... berbanggalah dengan dirimu!
Sebagaimana engkau melihat dirimu, begitulah orang lain akan melihatmu...
Jangan sekali-kali meremehkan dirimu!! sebab engkau menjadi besar saat engkau ingin besar...
hanya engkau saja yang memutuskan ia menjadi kecil!
Yoyoh Yusroh (Almh)
Komisi I DPR RI
"Tidak Semua Orang Bisa Membuat KEBIJAKAN, tapi Setiap Orang Bisa Berbuat KEBAJIKAN"
Masih ingatkah kita ketika masih kecil dulu, begitu banyaknya lagu-lagu anak yang muncul di televisi dan kita dengan riang gembiranya menyanyikan lagu-lagu tersebut bersama teman-teman kita, lagu-lagu seperti lumba-lumbanya bondan prakoso, diobok-oboknya joshua, bolo-bolonya tina toon dan masih banyak lainnya. Tapi nampaknya tidak demikian halnya dengan era sekarang ini, semakin kesini lagu anak-anak yang muncul semakin lama semakin sedikit dan tidak mungkin nantinya akan mulai hilang dari televisi berganti dengan musik-musik dewasa yang syairnya kebanyakan bermuatan cinta-cintaan dan berbagai macam hal dewasa lainnya.
Bukannya sirik atau tidak suka dengan lagu-lagu dewasa tersebut, tapi melihat anak-anak sekarang ini terlalu banyak dijejali dengan lagu-lagu tersebut membuat mereka menjadi terlalu cepat menjadi dewasa, tentu ada hal baik dan tidak dengan semakin cepatnya mereka menjadi dewasa tapi terlalu banyak yang tidak baiknya yang saya liat sekarang. Belum lama ini saya liat sebuah saluran televisi ada 3 orang anak yang dengan hafalnya mereka menyanyikan lagu iwak peyek sedangkan ketika disuruh menyanyikan lagu anak-anak tak ada yang mereka hafal dengan baik, sungguh miris.
Menjadi dewasa itu memang baik, setiap orang memang seharusnya akan menjadi dewasa nantinya, tapi semua itu ada prosesnya. Anak-anak yang seharusnya masih menikmati masa-masa mereka dengan lagu-lagu anak yang penuh ceria dan sukacita harus dipaksa untuk cepat dewasa karena mendengar terus menerus lagu-lagu dewasa. Sebenarnya tidak hanya lagu tapi banyak hal yang mempengaruhi mereka menjadi terlalu cepat dewasa seperti tontonan televisi, bacaan-bacaan, media internet, dan banyak yang lainnya. Karena terlalu cepat dewasanya sebagian anak membuat kejiwaan dia tidak siap dan akhirnya berperilaku menyimpang, mereka mulai merokok, berbicara kasar dan senonoh, bahkan belum lama kita baca berita di media-media seorang anak sd sudah berani mencuri dan karena ketahuan oleh temannya dia tega menikam temannya tersebut dengan pisau hingga belasan kali, sungguh ironis.
Tugas kita sebagai orang-orang dewasa saat ini yang seharusnya bisa mem-backup anak-anak disekitar kita agar tidak muda menerima hal-hal dewasa yang tidak baik sebelum waktunya, tugas kita agar anak-anak disekitar kita merasakan masa-masa bermain mereka dengan riang gembira dan sukacita, tugas kita menginformasikan kepada mereka sedikit demi sedikit mengenai hal-hal dewasa yang ada di kehidupan nyata agar mereka tidak kaget saat dewasa nantinya, dan tugas kita membuat mereka tetap berjalan lurus dan mengawal mereka hingga mereka sampai pada tahap kedewasaan mereka nantinya.
Setelah sebelumnya saya membahas tentang karakter introvert dan ekstrovert disini, sekarang kita akan sedikit lebih mengerucut lagi dari dua karakter tadi. Kali ini saya akan menjelaskan (lagi-lagi secara umu) he he he... tentang 4 tipe manusia berdasarkan psikologis yaitu sanguinis, koleris, melankolis dan plagmatis, sebelum membahas satu persatu tentang keempat tipe tersebut terlebih dahulu saya akan menjelaskan bahwa sebenarnya tipe sanguinis dan juga koleris bisa dikatakan masuk kedalam karakter ekstrovert yang suka keterbukaan dan juga bersosialisasi, sedangkan melankolis dan plagmatis masuk ke dalam karakter introvert yang lebih memahi dirinya sendiri. Dari berbagai sumber yang telah saya baca bisa dijabarkan keempat tipe itu bisa dijabarkan sebagai berikut.
Sanguinis
Tipe ini yang bisa diibaratkan si Populer, kenapa dikatakan demikan karena tipe sanguinis ini senang diidolakan oleh orang lain, ingin menjadi pusat perhatian, hangat, penuh humor serta orang yang senang bergaul. Tetapi tipe sanguinis adalah orang yang pelupa, bukan pemikir berat serta berfikir pendek, kurang teratur, kurang disiplin dengan waktu, dan sering lupa apabila dia berjanji.
Koleris
Tipe ini bisa diibaratkan si Kuat, tipe koleris adalah orang-orang yang suka mengatur dan memerintah orang-orang disekitarnya, orang koleris tidak pernah tidak berusaha menguasai setiap situasi, hidup mereka penuh dengan pertentangan, keras kepala, berkemauan keras dan juga mandiri, setia serta bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang diembannya. Tipe koleris mempunyai kelemahan yaitu kurang peka terhadap orang lain serta belas kasihannya terhadap penderitaan orang lain agak minim.
Melankolis
Tipe ini bisa diibaratkan si Sempurna, karena tipe melankolis adalah orang-orang yang suka keteraturan, kerapihan, terjadwal, kesempurnaan dan tersusun sesuai sistematis, tipe melankolis menyukai fakta, data, angka, dan memikirkan setiap masalah secara mendalam. Tetapi tipe melankolis memiliki kelemahan yaitu mudah sekali dikuasai perasaan dan sering kali perasaan yang hinggap di orang melankolis ialah perasaan murung.
Plagmatis
Tipe ini bisa disebut si Cinta Damai, orang-orang plagmatis adalah orang yang tertutup, mau disuruh melakukan hal apapun, diam, kalem, tidak menuntut dan lambat, tipe plagmatis dilahirkan dengan bakat diplomat dan pembawa damai, merupakan teman yang menyenangkan dan tidak menakutkan. Kelemaham tipe plagmatis ialah dia mau ambil yang mudahnya saja dan tidak mau susah, suka mengambil jalan pintas yang mudah dan gampang.
Setiap orang pasti pernah merasa iri dengan kehidupan orang lain, entah orang lain itu lebih cantik atau ganteng, lebih kaya, lebih bebas, lebih gaya dan banyak hal lainnya yang terkadang kita irikan dari orang lain. Tapi apakah kita tahu bahwa orang yang kita irikan itu sebenarnya juga iri kepada kita, pada kesederhanaan sikap kita, kebebasan kita berekspresi, kebebasan kita bergaya apa adanya. Kita semua pasti pernah mengalami hal tersebut entah saya, anda, kalian atau bahkan mereka, kita merasa keadaan tidak berpihak kepada kita dan lebih memihak kepada orang lain.
Sebenarnya perasaan-perasaan yang timbul itu hanya perasaan negatif, perasaan kita yang tidak pernah puas dengan keadaan yang kita jalani sekarang ini, perasaan kita yang tak pernah bersyukur terhadap setiap rizeki dan kebaikan yang kita dapatkan dari Allah setiap waktunya, perasaan kita yang tak pernah merasa bahwa diri kita berharga dan berarti bagi orang lain.
Jika kita bisa melihat setiap kelebihan dan kekurangan yang kita miliki dari berbagai sudut pandang bukan tidak mungkin kita bisa lebih hebat dari orang yang kita irikan, rasa iri hanya dorongan dari setan yang membuat kita saling membenci dengan sesama dan membuat kita kurang bersyukur kepada sang pencipta. Kita diciptakan kedunia ini dengan keadaan yang paling sempurna, walaupun secara fisik tak semua orang sempurna tapi kita diciptakan dengan perasaan hati yang sempurna untuk bisa saling mengasihi dan menyayangi.
Jadilah diri sendiri, itu kuncinya. Jika kita bisa menjadi diri sendiri perasaan iri itu tak akan bisa mempengaruhi kita, biarpun orang itu lebih cantik, tampan, kaya, gaya dari kita sekalipun. Jadi diri sendiri membuat kita menghargai setiap pemberian yang Allah berikan, fisik yang sempurna sudah merupakan suatu keberkahan yang luar biasa, bila fisik kita tak sempurna pun Allah masih memberi kita hati yang sempurna yang bisa mengasihi dan menyayangi setiap orang disekitar kita. Bila kita menghargai diri sendiri orang lain pun akan menghargai diri kita juga. Jadi diri sendiri, siapa takut.
Mungkin ada yang belum tahu apa itu sebenarnya ekstrovert dan apa itu introvert, sebelum kalian menilai diri kalian memiliki pribadi karakter yang mana di antara kedua hal tersebut terlebih dahulu akan saya jelaskan secara umum arti dari dua kata tersebut.
Introvert personality ialah suatu karakter yang bersifat individu serta lebih menutup diri dari dunia luar dan biasanya lebih pendiam serta tertutup, lebih suka menyendiri di rumah daripada harus berkumpul dengan orang lain, tak banyak berbicara, dan lebih suka menjadi seorang pendengar yang baik. Pribadi introvert lebih suka melakukan perjalan ke dunia dalam yang memiliki arti seorang introvert lebih suka memahami dunianya sendiri lebih suka memahami pribadinya sendiri ketimbang harus berinteraksi dengan dunia luar. Seorang introvert lebih menyukai suasana yang tenang dan sepi yang berguna untuk mengisi energi mereka, sedangkan jika seorang introvert sering berada di keramaian maka lebih banyak menghabiskan energi mereka.
Ekstrovert personality ialah suatu karakter yang bertolak belakang dengan introvert, mereka karakter yang lebih terbuka dari dunia luar, senang bersosialisasi, spontan serta komunikatif. Pribadi ekstrovert lebih menyukai melakukan perjalan ke dunia luar, mereka senang bersosialisasi dan berkomunikasi dengan orang lain. Seorang ekstrovert lebih senang pergi ke tempat-tempat keramaian seperti mall maupun jalan-jalan, hal-hal tersebut dapat mengisi energi mereka tetapi mereka tidak menyukai kesendirian dan suasana sepi, hal itu dapat membuat pribadi ekstrovet semakin tertekan.
Mungkin setelah membaca penjelasan tersebut kita bisa menilai diri kita termasuk karakter yang mana, namun beberapa diantara kita pasti bertanya apakah karakter tersebut bisa kita rubah dari diri kita, apakah kita bisa merubah karakter introvert dalam diri kita menjadi ekstrovert maupun sebaliknya?. Tentunya hal tersebut dapat terjadi karena karakter tersebut tidak bersifat statis dan permanen tetapi dinamis dan bisa dirubah, karakter tersebut terbentuk karena beberapa faktor yang terjadi di sekitar kita seperti lingkungan, teman, mood, situasi sosial dan banyak lagi yang lainnya.
Point penting dalam tulisan ini yaitu seperti apapun karakter yang ada dalam diri kita, baik itu introvert maupun ekstrovert pastinya memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing, tinggal bagaimana kita bisa memahaminya secara menyeluruh dan dapat memanfaatkan hal tersebut semaksimal mungkin. Apalagi karakter tersebut bersifat dinamis yang bisa berubah-ubah seiring jalannya waktu, jadi tidak perlu menjadikan hal tersebut masalah serius yang nantinya malah dapat mengganggu kondisi fisik dan jiwa kita.
Terkadang pasti kita akan mendapatkan bantuan dari orang lain baik kita yang meminta tolong langsung atau atas inisiatif orang tersebut. Kita patut berterima kasih terhadap kebaikan orang tersebut karena telah membantu kita disaat kita kesulitan. Tapi terkadang ada saja orang-orang yang mempunyai maksud lain atas kebaikan yang dia berikan kepada kita, baik itu maksud yang bersifat positif maupun yang bersifat negatif. Untuk hal-hal yang bersifat positif mungkin kita tak terlalu mempermasalahkan hal tersebut malahan jika hal itu untuk kebaikan orang banyak kita bisa ikut membantunya, tapi bagaimana jika hal itu bersifat negatif yang bisa merugikan kita bahkan merugikan orang lain, tentunya kita akan sangat kecewa jika hal itu sampai terjadi.
Mungkin kita pernah mengalami hal negatif tersebut sesekali dalam hidup kita, misalkan orang yang awalnya memperkenalkan diri dengan baik dan ramah disaat membuka pembicaraan tetapi berubah jadi ketus dan mencibir disaat dia menyampaikan maksudnya dan kita tak setuju dan sejalan dengan hal tersebut. Bisa juga orang yang menolong itu orang terdekat kita seperti teman kita dan dia menolong kita karena mempunyai maksud terselubung yang negatif dan kita tidak setuju dengan perbuatannya, bisa jadi hubungan pertemanan kita akan merenggang dan menjauh.
![]() |
| sumber : google |
Tentu kita harus mempunyai sikap terhadap kebaikan-kebaikan seperti itu. Jika dia teman dekat kita atau orang yg baru pertama kali bertemu dengan kita namun seumuran, ada baiknya kita mengingatkan dia untuk tidak melakukan maksud negatif tersebut, ya walaupun saat di awal-awal akan sulit tapi jika dia mengerti dia akan mengurungkan maksud negatifnya. Jika dia orang yang baru pertama kita kenal dan terlihat lebih tua dari kita, kita tetap menolaknya tapi dengan sikap yang baik tanpa bermaksud menyinggung perasaannya. Tapi terlepas dari itu semua jika setelah kita beri masukan ternyata dia masih seperti itu lebih baik kita menjauh dan menjaga jarak dengan orang-orang seperti itu, karena dampaknya nanti tidak hanya kepada diri kita sendiri namun juga berdampak terhadap orang-orang di dekat kita juga.
Bagaimana jika suatu ketika kita sedang berjalan melewati sebuah tempat dan di situ ada anak kecil yang sedang menangis memegang perutnya, apakah kalian akan berhenti untuk bertanya atau acuh saja terus melangkah meninggalkan anak tersebut?
Bagaimana perasaan kita jika kita memutuskan berhenti dan bertanya kepada anak tersebut tentang apa yang terjadi kepadanya, kemudian anak tersebut menjawab dengan suara parau bahwa dia di usir oleh ibunya dan belum makan apa-apa selama 3 hari ini?
Apakah kita akan langsung percaya dengan perkataannya atau tak percaya denganya kemudian langsung meninggalkan anak tersebut begitu saja?
Apakah jika kita merasa iba kemudian kita langsung menolongnya dengan memberikan beberapa rupiah uang kita kepadanya atau hanya memberikan suport kepadanya agar kuat menghadapi cobaan hidup yang berat ini?
Jika kita memberikan anak tersebut beberapa rupiah uang kita, apa kita yakin dia tidak berbohong dengan ucapannya barusan dan uang tersebut ternyata dipakai untuk hal-hal negatif?
Beberapa pertanyaan psikologis diatas tadi sebenarnya hanya untuk menguji sampai tahap mana keikhlasan kita dalam berbuat, bagaimana kita ikhlas untuk berbuat menolong sesama yang sedang bersedih dan membantu meringankan beban mereka. Seberapa besar kita percaya dan yakin terhadap orang yang kita tolong tersebut, serta seberapa kita ikhlas mengeluarkan harta kita untuk membantu sesama. Mari kita tanamkan rasa ikhlas berbuat tersebut kepada diri kita sedini mungkin, juga kita sebarkan kepada keluarga, sahabat, dan teman kita. Jika Allah mengizinkan, dengan kita ikhlas berbuat rasa kepedulian terhadap sesama akan semakin kuat dan erat di kemudian hari.
"Berbagi Tak Pernah Rugi"
Man jadda wa jadda yang berarti siapa yang bersungguh-sungguh dia akan mendapatkannya, kata itu mungkin dahulu tak kita ketahui secara luas artinya sebelumnya jika A.fuadi tak memasukannya ke dalam novelnya yang berjudul "Negeri 5 Menara". Novel yang penuh dengan makna, perjuangan, cita-cita, harapan dan impian tersebut saat ini telah menjadi best seller nasional, bahkan saat ini telah diterbitkan edisi bahasa inggrisnya. Para penggemar novel ini sepertinya tak lama lagi akan bertambah senang dan tertarik karena tak lama lagi film berjudul "Negeri 5 Menara" akan tayang, film yang ceritanya mengadopsi dari novel dengan judul yang sama ini rencananya akan segera tayang di di awal maret esok dan dibintangi oleh artis-artis papan atas seperti Andhika Pratama, Lulu Tobing, Donny Alamsyah, Ikang Fauzi dan masih banyak yang lainnya. Jangan sampai melewatkannya, serta tontonan yang layak untuk ditonton bersama teman, pacar dan keluarga.
"eh, lo mau ngasih coklat gak ke si x pas valentine nanti?" | "valentine itu apa sih? | "itu lho hari kasih sayang, jadi kita ngasi orang yang kita suka dengan hadiah terutama coklat." | "oh gitu, iya aku beliin coklat ah buat si x, kan besok hari valentinenya." | Sebagian obrolan tadi membuat saya miris, kenapa demikian? Banyak orang yang salah persepsi tentang hari kasih sayang tersebut, banyak orang yang hanya ikut-ikutan merayakan hari tersebut tanpa mengerti sejarah dari hari kasih sayang tersebut. Atau sebagian dari kita ikut melaksanakan April Mop yaitu hari diperbolehkannya kita berbohong kepada orang lain, tanpa mengerti sejarahnya kenapa hari tersebut dibilang April Mop.
Kebanyakan dari kita saat ini berjiwa latah, ya kenapa saya bilang berjiwa latah. Karena kita dengan mudahnya mengikuti kebudayaan atau gaya hidup dari luar yang sebetulnya belum tentu cocok dan baik jika kita ikuti. Kebudayaan latah membuat kita tak mempunyai karakter yang kuat dalam diri, karena kita hanya mengikuti orang lain tanpa mempunyai pandangan hidup kita sendiri. Memang tak bisa ditampik bahwa otak kita telah di stimulus sedikit demi sedikit dengan kebudayaan-kebudayaan barat melalui film-film, produk, iklan, acara televisi yang dibuat oleh barat yang membuat kita latah untuk mengikuti kebudayaan mereka. Sebagai contoh bagaimana kita latahnya ketika demam BB mulai menjangkit bangsa ini, mulai dari anak kecil sampai orang dewasa latah untuk memliki gadget yang satu ini, begitu latahnya mereka sampai rela berdesak-desakan untuk mendapatkan gadget tersebut dengan harga lebih murah, padahal diluar negeri sana gadget tersebut sebenarnya lebih murah dari pada disini.
Penyakit latah ini tidak baik jika menjangkiti kita untuk jangka waktu yang lama, dia akan mengeroposkan dan melumerkan pribadi kita. Kita harus bijak mensikapi setiap budaya dan gaya hidup yang mempengaruhi kita, boleh kita mencontoh dan mengikuti budaya dan gaya hidup yang positif serta jelas asal usulnya, jangan langsung menelan mentah-mentah semua hal tersebut masuk ke diri kita, karena nantinya akan berdampak juga terhadap kehidupan dan perilaku kita.Cerdaslah dalam bersikap, Bersikaplah secara cerdas.
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya”. (Surah Al-Isra : 36)
Terkadang kita sering melihat teman facebook atau twitter kita membuat status berisi umpatan dan makian menggunakan kata-kata yang kotor dan kurang pantas, bahkan terkadang nama orang yang dia umpat pun dimasukan ke dalam statusnya. Tahukah kalian kalau hal seperti itu sama saja menjelekan serta mencemarkan diri kita sendiri dan tentu saja bisa berakibat tidak hanya di dunia maya tapi juga di dunia nyata, beberapa penelitian membuktikan bahwa saat ini jika kita ingin melamar pekerjaan di suatu perusahaan tidak hanya dinilai kepribadiannya secara langsung dengan bertatap muka dan juga psikotes tetapi dilihat bagaimana karakter kita di dunia maya apalagi di jejaring sosial. Bukan itu saja, bisa saja bila orang yang kita jelek-jelekan itu tidak terima dengan kata-kata yang kita lontarkan di jejaring sosial dan melaporkan kita ke pihak yang berwajib sebagai sebuah tindakan pencemaran nama baik, kita bisa merasakan dinginnya hotel prodeo hanya karena tidak bisa mengendalikan kata-kata kita tersebut.
Pentingnya melatih kecerdasan emosional (EQ) kita agar kita mampu menjaga sikap dan tak mudah menuliskan kata-kata yang menghina orang lain di jejaring sosial, karena sesuai dengan fungsinya jejaring sosial itu dibuat untuk menghubungkan kita dengan teman-teman kita untuk saling tukar informasi, kabar, dan hal positif lainnya bukan untuk menjelek-jelekan pihak lain. Memang tiap orang itu berbeda-beda karakternya tapi tak ada salahnya kita untuk saling mengingatkan bukan? ada orang yang kadang diingatkan tetapi malah marah-marah dan memaki balik ke kita, tapi ada juga yang menerima masukan kita yang memang tujuannya agar dia jadi pribadi yang lebih baik lagi.
Jangan pernah menganggap jejaring sosial dan dunia maya adalah diary pribadi kita yang bisa kita isi seenaknya, karena hal-hal yang kita tulis orang lain juga akan tahu, apalagi membahas hal-hal yang sifatnya pribadi. Sebaiknya kita bisa memilah-milah mana hal yang bisa kita share di jejaring sosial dan mana hal yang benar-benar hanya kita yang boleh tahu, karena hal-hal pribadi tersebut akan menyangkut citra diri kita di mata orang lain. Cerdas dan bijaklah menggunakan jejaring sosial mulai dari sekarang, karena dunia maya bukan milik kita seorang, jangan biarkan orang lain jadi unrespect terhadap kita gara-gara melihat kata-kata negatif kita di dunia maya walaupun kenyataan sebenarnya kita tak seperti itu.
Tulisan saya kali ini bukan menceritakan tentang perang atau membahas tentang senjata. Judul di atas mempunyai makna yaitu jika kita bisa memanfaatkannya dengan baik suatu hal maka kita akan beruntung, sedangkan jika kita tidak bisa memanfaatkannya dengan baik hal tersebut maka kita akan merugi.
Hal yang dimaksud itu adalah waktu. Ya benar waktu, seberapa berharganya sebuah waktu itu relatif sebenarnya, kenapa saya bilang seperti itu karena setiap orang menganggap waktu dengan cara dan sudut pandang yang berbeda. Seorang pengusaha menilai waktu sebagai sebuah hal yang sangat berharga, jika mereka kehilangan sedikit waktu yang berharga itu saja maka akan rugi dalam banyak hal. Sedangkan jika kita melihat dari sudut pandang seorang pengangguran misalnya yang kerjanya seharian hanya tidur di rumah, waktu tak ubahnya suatu hal yang biasa saja tak berharga dan tak ada nilainya karena mereka tak melakukan banyak hal.
Terkadang kita sering meremehkan waktu dan menyepelekannya. Pernah saya meremehkan waktu, hari itu seharusnya saya harus mengikuti UAS di kampus, tapi saya menunda-nunda waktu untuk berangkat ke kampus dengan berfikir "ah, 45 menit juga sampe di kampus" sehingga saat itu saya jalan pukul 09.15 wib padahal ujian pada hari itu pukul 10.00 wib. Ternyata tebakan saya salah waktu itu jalan ibukota sedang tidak bersahabat dengan pengendara mobil dan motor, jalan yang saya lalui menuju ke kampus ternyata macet cukup parah sehingga saya baru tiba di kampus pukul 10.20 wib. Ya saya telat saat itu, pintu ruang ujian pun telah dikunci dan mahasiswa yang telat tak diizinkan untuk masuk, saat itu saya benar-benar kesal tapi saya sadar semua ini karena kesalahan yang saya buat sendiri karena meremehkan waktu. Akhirnya ujian hari berikutnya saya datang lebih pagi dari waktu ujian, ujian saat itu terjadwal pukul 07.45 wib tetapi saya telah tiba di depan ruang ujian pukul 06.30 wib. Memang terlalu pagi, tetapi tak apalah dari pada saya terlambat, malahan saya masih punya waktu sebentar untuk membaca kembali materi-materi yang akan diujikan nanti dan juga saya tak perlu panik atau tak fokus dalam mengerjakan ujian karena datang terlambat.
Dari dua pengalaman saya tadi waktu telah menjadi pedang bermata dua buat saya, di pengalaman pertama pedang itu menghujam saya dan merugikan saya karena saya meremehkannya, dan di pengalaman kedua pedang tersebut menguntungkan dan membantu saya memenangkan perang yang berwujud "ujian". Jika kita ibaratkan pedang bermata dua ini memang sangat berbahaya, tapi itu jika kita tak bisa memanfaatkannya dan lain halnya jika kita cerdas dan cerdik memanfaatkan pedang bermata dua tersebut. Kesimpulannya adalah hargailah waktu yang terus berputar ini sebaik-baiknya, karena jika kita melakukan kesalah fatal di dalam waktu tertentu kita tak akan bisa kembali ke waktu tersebut untuk memperbaiki kesalahan tersebut, seperti dalam pertanyaan dan jawaban Imam Ghozali berikut ini kepada para muridnya.
"apa yang paling jauh dari kita di dunia ini?"
Murid-muridnya menjawab "negara cina, bulan, matahari dan bintang-bintang".
Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan itu adalah benar. Tapi, yang paling benar adalah "MASA LALU". Walau dengan cara apapun kita tak dapat kembali ke masa lalu.
Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.


.jpg)







