PINDAH, sebuah kata biasa tapi sarat makna, dimana terjadi perubahan dari satu keadaan ke keadaan lainnya. Saya, kamu, kita pasti pernah merasakan hal ini. Pindah sekolah ke jenjang lebih tinggi, pindah kantor ke tempat lebih baik, pindah rumah ke lingkungan yg lebih nyaman atau pindah hati ke orang yang lebih menerima kita dengan tangan terbuka. Agak random sebenernya kenapa tiba-tiba ngomongin tentang
Sadar atau tidak kehidupan manusia tak lepas dari judul diatas. Banyak hal yang terjadi lewat satu kata itu jika disandingkan dengan sebuah kata lain yang langsung merubah maknanya. Jatuh hati, main hati, sakit hati, beberapa hal yang diambil dari kata 'hati', dan sering terjadi dalam kehidupan manusia. Jatuh Hati, memberi banyak keindahan dalam frase kehidupan kita yang mungkin biasa saja awalnya.

“Travel brings power and love back into your life.”― Rumi “Ya udah diputusin kita jalan ke dieng tanggal 17 April abis magrib ya”, entah siapa yang bicara saat itu tapi diputuskanlah destinasi berikutnya yang akan disamperin oleh saya dan para crew Relis Adventure yakni sebuah lokasi wisata yang berjarak satu jam perjalanan dari kota Wonosobo dan memiliki ketinggian rata-rata 2000

“You don't make a photograph just with a camera. You bring to the act of photography all the pictures you have seen, the books you have read, the music you have heard, the people you have loved.” ― Ansel Adams

Gak berasa, hari ini nambah lagi usianya, 23 tahun mendekati seperempat abad. Alhamdulillah banyak mimpi dan cita yang telah terpenuhi menginjak tahun ini, walau ada beberapa yang dipending sama Allah bahkan diganti dengan yang lebih baik lagi (I belive that). Sadar nambah usia sebenernya membuat "jatah" hidup di dunia semakin berkurang, makin dekat kematian, menambah langkah bertemu malaikat
.jpg)
Akhirnya kembali lagi nulis di blog ini, liputan dan editan video tiap hari bikin waktu untuk update ini blog jadi susah. Ya gak masalah juga sih, karena gak tiap hari juga ada sesuatu yang bener-bener spesial untuk di bagi di blog ini. Kenapa sekarang nulis lagi, karena ada hal spesial yang akan saya tuangin disini berdasar hasil renungan saya selama perjalan pulang kantor tadi sore. Kalian

Idul Adha ke-22 saya di tahun ini bisa dibilang cukup berbeda, bukan ritual, lingkungan, atau nuansanya tapi kelengkapannya. Ya kelengkapan, tahun ini bahkan hingga tahun-tahun kedepan kelengkapan itu tak akan pernah menjadi lengkap seutuhnya. Karena satu hari lalu nenek saya menghembuskan nafas terakhirnya akibat usia yang tak lagi bisa dikompromikan. Tahun berikutnya setelah ini semua rutinitas