Suka bercerita, bercerita suka-suka

Facebook
RSS
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Aransemen Musiknya.....

pertama kali denger ini langsung merinding, musiknya seperti punya suatu energi saat didengarkan, ini dia musiknya

[ Read More ]

Journey to Trans Studio (part 2)

Saya akan melanjutkan cerita tentang perjalan ke Trans Studio, yang sebelumnya saya tulis disini. Setelah saya sampai disana kira-kira pukul 13.00 wib, kami (saya dan teman-teman saya) langsung berkeliling menyusuri setiap sudut Trans Studio bandung sambil berdiskusi wahana apa yang akan kami masuki terlebih dahulu. Setelah melewati pedebatan panjang, mengalahkan debatnya para wakil rakyat di DPR sana *alah* kami akhirnya memutuskan untuk memasuki wahana dunia lain terlebih dahulu. Para wanita (rika dan dian) sudah ketakutan duluan sebelum masuk kedalam wahana, saya sebenarnya agak takut juga tapi tetap pasang muka kalem. Sebelum kita bisa menaiki wahana tersebut terlebih dahulu kita akan melewati lorong-lorong yang gelap dan sunyi serta melewati beberapa lukisan-lukisan serta kita akan menaiki tangga yang berjalan dengan sendirinya (baca=eskalator), akhirnya kami sampai juga di tempat kita menaiki wahana tersebut, bentuknya seperti kereta yang maksimal di duduki 4 orang. Gawat pikir saya, karena kami berenam terpaksa saya dan teman saya (nuzul) harus menaiki kereta yang terpisah dengan empat teman saya yang lain untungnya ada 2 orang bule yang duduk di belakang kami jadi kami tidak cuma berdua. Saat didalam sana hampir sama bentuknya seperti rumah hantu yang ada di taman safari cisarua tapi disini lebih banyak memakai gambar-gambar proyeksi, ada pocong, genderuwo suster ngesot, dan ada bagian yang bikin saya parno *awas jangan salah baca* (was-was) yaitu saat kereta sudah mau sampai ke tempat saya naik tadi, ada replika mobil ambulance yang sudah usang dan tiba-tiba saja ada keranda mayat yang keluar dari dalam mobil tersebut dan jatuh ke bawah, sontak saja saya kaget mendengar bunyinya. Tetapi ternyata bagian paling menakutkannya ada di bagian akhir saat saya berfikir kalau wahana itu sudah mau selesai tiba-tiba saja sreeetttt!!! ada sebuah bayangan yang langsung berdiri di samping saya sangat dekat jaraknya sampai-sampai saya teriak dibuatnya, pas saya tengok ke belakang ternyata itu salah satu crew dari dunia lain yang menyamar jadi sosok kuntilanak, untung saya tak jantungan dibuatnya.


Setelah keluar dari wahana dunia lain kami berjalan ke kawasan lost city dan menaiki wahana skypirates zapelin yaitu sebuah gondola berbentuk pesawat zapelin bajak laut yang muat untuk 8 orang, wahana ini mengelilingi kawasan Trans studio dari ketinggian sehingga kita bisa menikmati pemandangan Trans studi sekaligus bisa melihat wahana yang lainnya. Sekeluarnya kami dari wahana skypirates zapelin, saya dan cesar langsung menuju ke wahana kong climb yaitu wahana dimana kita akan melakukan olahraga panjat tebing, kita akan memanjat tebing buatan setinggi kurang lebih 8 meter dan diharuskan memegang sebuah lampu warna merah di ujung atas tebing tersebut. Tak perlu khawatir karena kita akan dipakaikan alat pengaman terlebih dahulu sebelum memanjat tebing buatan tersebut,  walau saya lebih gendut dari cesar tapi saya berhasil memanjat sampai ke ujung tebing tersebut dan memegang lampu berwarna merah tersebut, si cesar hanya mampu memanjat tebing itu sampai setengahnya saja (mungkin faktor usia ha ha ha...), oh iya teman saya yang lainnya tidak ikut memanjat hanya melihat kami dari kejauhan. 

Sesi memanjat selesai, kami pun menuju wahana berikutnya yaitu dragon riders, kata cesar (lagi-lagi dia) wahana ini pasti untuk anak kecil, memang jika kita lihat dari jauh wahana ini hanya bergerak memutar sambil naik turun seperti jungkat-jungkit. Ternyata salah, walaupun terlihat hanya seperti jungkat-jungkit kenyataannya ketika kami naik wahana tersebut andrenalin kami bertambah karena gerakan naik turunnya itu sangat kencang dan membuat kami berteriak antara kegirangan bercampur takut, alhasil muka saya dan nuzul sangat absurd bentuknya saat difoto oleh crew Trans Studio. Selesai dari wahana dragon riders kami langsung lanjut masuk ke wahana negeri raksasa, kalo wahana yang satu ini hampir sama dengan hysteria yang ada di dufan tapi ini lebih pendek dan lebih banyak naik turunnya , ya sekitar 7-8 kali kita akan dibawa naik dan turun serta tentu saja teriakan-teriakan kami yang tak terbendung lagi, apalagi dian dan cesar yang sudah gugup sedari  awal kita mengantri tadi.


Kami beristirahat sebentar untuk memulihkan semangat kami dalam berkeliling dan mencoba semua wahana yang ada, tentunya yang diperuntukan bagi seusia kami. Karena terdapat beberapa wahana yang hanya bisa dimasuki oleh anak-anak yaitu pulau liliput dan captain blackheart pirate ship. Kami pun melanjutkan dengan memasuki wahana transcar racing yaitu sebuah wahana mobil balap yang akan melintasi sirkuit yang ada, tapi yang mengasikan dari wahana ini ialah kita bisa menggas dan mengerem mobil tersebut serta dapat memutar setir juga roda mobil tersebut seperti mobil betulan, tentu saja mobil tetap melaju dijalurnya.

Tulisan ini baru 2/3 dari pengalaman saya saat berkunjung ke Trans Studio Bandung, jangan lupa untuk membaca artikel saya Journey to Trans Studio (part 3) sekaligus bagian akhir dari kunjungan saya kesana. Jangan sampai ketinggalan ceritanya dan jangan lupa untuk memfollow blog ini. Terima Kasih :)
[ Read More ]

Apa itu ISO


Film pada dasarnya digolongkan berdasarkan nomor yang disebut nomor ISO. ISO singkatan dari International Standard Organization. Dulu kita mengenalnya sebagai ASA (American Standard Association). Kata ISO sendiri tidak mengandung arti kata khusus, kecuali ISO Speed. ISO Speed adalah nomor yang digunakan untuk merepresentasikan International Standard Organization guna merating sensitivitas film dan jumlah cahaya yang diperlukan kamera untuk menangkap foto.

Jadi, semakin gelap kondisi pencahayaan obyek yang akan Anda ambil, semakin tinggi pula ISO Speed yang Anda butuhkan. Sebagai contoh, untuk pengambilan gambar di pantai pada tengah hari, Anda harus memilih film dengan ISO serendah mungkin. ISO 100 biasanya sudah cukup untuk berbagai kondisi. Film dengan ISO yang tinggi kita sebut sebagai film cepat. Sebaliknya, film dengan ISO rendah kita sebut sebagai film lambat.

Ada harga yang harus dibayar dengan ISO yang tinggi, yaitu gambar yang dihasilkan akan lebih grainy (grainnya tampak jelas) dan warnanya akan semakin redup/dull. Film dibuat dengan lapisan plastik yang dilapisi butiran kimia yang peka terhadap cahaya - yang disebut grain. Semakin tinggi /cepat setting ISO film, semakin besar grainnya, sehingga kita bisa bekerja di kondisi pencahayaan yang rendah. Jadi, semakin besar Anda akan mencetak film, anda harus memilih film yang lebih lambat/lebih rendah ISOnya. Tapi, ini bukan jaminan utama untuk mendapatkan hasil cetak yang baik. Faktor utama dari kualitas percetakan adalah kecepatan Film dan tipe film, Exposure, Fokus dan Kualitas lensa. Semakin baik faktor ini, semakin baik gambar yang akan Anda dapat dan Anda cetak.

Bagaimana dengan Kamera Digital?

Pada dasarnya, prinsip kerja film tersebut sama. Bedanya, kita tidak lagi menggunakan media film. Jadi, yang bekerja di sini adalah amplifikasi dari sensitivitas sensor kamera digital terhadap cahaya. Semakin gelap kondisi ruangan, semakin tinggi simplifikasi sensitivitas sensor.

Sama dengan prinsip kerja film, semakin tinggi ISO kamera Digital, gambarnya akan semakin grainy dan intensitas warna pun turun. Pada ISO yang tinggi, di kamera digital akan menimbulkan efek samping yaitu Noise. Untunglah pada kamera digital High End, ada Noise Filter sehingga masalah ini bisa diatasi. Dengan semakin tingginya ISO, berarti jarak efektif fiash juga meningkat. Semakin jauh jangkauan Flash pada kamera digital anda.

Pada kamera digital yang menyediakan Option untuk Manual ISO (100,200, 400 dan seterusnya) dan Auto ISO, sebaiknya Anda pilih Manual ISO sesuai dengan kondisi pemotretan Anda. Karena, bila kita menggunakan Auto ISO bisa terjadi dua kemungkinan, yaitu ISO yang diset melebihi kebutuhan, atau sebaliknya, ISO yang diset justru kurang dari kebutuhan anda.

Untuk masalah mencetak ukuran yang besar, pada kamera digital hal ini lebih dipengaruhi oleh besar resolusi kamera digital. Semakin tinggi Resolusi kamera digital, semakin besar anda dapat mencetaknya. ISO pada kamera digital lebih cenderung mempengaruhi kualitas grain dan warna pada image digital. (dari berbagai sumber)
[ Read More ]

Apa itu Fotografi?

Fotografi (Photography) berasal dari kata Foto ( Cahaya ) dan Graphia (menggambar), sehingga dapat diartikan bahwa fotografi adalah suatu teknik menggambar dengan cahaya. Atas dasar tersebut, jelas bahwa cahaya sangat berperan penting dan menjadi sumber utama dalam memperoleh gambar.


Kamera DSLR

Kamera SLR (Single Lens Reflex) atau D-SLR (Digital) merupakan kamera dengan jendela bidik (viewfinder) yang memberikan gambar sesuai dengan sudut pandang lensa melalui pantulan cermin yang terletak di belakang lensa. Pada umumnya kamera biasa memiliki tampilan dari jendela bidik yang berbeda dengan sudut pandang lensa karena jendela bidik tidak berada segaris dengan sudut pandang lensa.
Seperti dibahas sebelumnya, fotografi berkaitan erat dengan cahaya, maka kamera berfungsi untuk mengatur cahaya yang ditangkap image sensor (sensor gambar pada kamera digital atau film pada kamera konvensional). Untuk mengatur cahaya, terdapat 2 hal mendasar dalam kamera, yakni Shutter Speed (Kecepatan Rana) dan Aperture (Diafragma).



Shutter Speed

contoh penggunaan shutter speed tinggi
Shutter speed atau kecepatan rana adalah merupakan kecepatan terbuka tutupnya jendela kamera sehingga cahaya dapat masuk ke dalam image sensor. Satuan daripada shutter speed adalah detik, dan sangat tergantung dengan keadaan cahaya saat pemotretan. Misalkan cahaya matahari pada siang hari akan terasa sangat terang, maka shutter speed harus disesuaikan menjadi lebih cepat, semisal 1/500 detik. Sedangkan untuk malam hari yang cahayanya lebih sedikit, maka shutter speed harus disesuaikan menjadi lebih lama, semisal 1/5 detik. Hal ini sekaligus menjelaskan mengapa jika kita memfoto pada malam hari cenderung buram, karena shutter speed yang lebih lambat memungkinkan pergerakan kamera akibat getaran tangan menjadikan cahaya bergeser sehingga foto menjadi buram / blur.

Aperture


Aperture atau diafragma merupakan istilah untuk bukaan lensa. Apabila diibaratkan sebagai jendela, maka diafragma adalah tirai/gordyn yang dapat dibuka atau ditutup untuk menyesuaikan banyaknya cahaya yang masuk. Pada kamera aperture dilambangkan dengan huruf F dan dengan satuan sebagai berikut:

f/1.2
f/1.4
f/1.8
f/2.0
f/2.8
f/3.5
f/4.0
dst...

Aperture pada kamera
Semakin kecil angka satuan maka akan semakin besar bukaan lensa ( f/1.4 lebih besar bukaannya dibandingkan dengan f/4.0 ).
[ Read More ]

Journey to Trans Studio (part 1)

Coretan saya kali ini akan menceritakan perjalanan saya ke theme park indoor di daerah Bandung, tepatnya di BSM (Bandung Super Mall). Betul, nama theme park indoor itu ialah Trans studio. Sebuah theme park indoor terluas di Indonesia dimana didalamnya terdapat kurang lebih 20 wahana yang dapat kita nikmati bersama dengan teman, keluarga dan juga kekasih tercinta.

Pagi itu saya dan 5 teman saya yang lainnya yaitu cesar, nuzul, dian, rika dan dana telah bersiap untuk pergi menuju kesana. Kami berangkat dari jakarta pukul 09.30 wib dan menempuh perjalanan kurang lebih 1,5 jam, akhirnya kami sampai di BSM pukul 12.00 wib (kenapa bisa jam 12.00 wib, karena yang satu jam kita mampir isi botol parfum dulu he he he...). Sebelum masuk ke Trans studio kita diwajibkan untuk membeli kartu seperti kartu flash (bagi yang belum punya) sebagai pengganti uang saat di dalam trans studio nanti seharga Rp 20.000,- dan juga membeli tiket seharga Rp 150.000,- pada hari senin - jumat (Rp 200.000,- pada hari sabtu dan libur) yang saldonya itu dimasukan ke dalam kartu yang kita beli tadi. Saat pertama kali kami menginjakan kaki di Trans Studio (TS) kita sudah disuguhkan dengan pemandangan replika gedung-gedung di kiri dan kanan kita seperti di kawasan hollywood tempo dulu  serta juga  replika jalanan di antara gedung-gedung tersebut. 

Sebelum saya menceritakan lebih jauh apa saja yang terdapat di dalam TS ini, terlebih dahulu saya akan menjelaskan bahwa TS ini terbagi dalam tiga kawasan yang masing-masing kawasan tersebut terdapat beberapa wahana yang bisa kita nikmati nantinya. Kawasan-kawasan tersebut yaitu, kawasan Studi Central ialah kawasan yang mengvisualisasikan replika-replika arsitektur Hollywood bergaya 60-an dimana di dalam kawasan ini terdapat wahana-wahana seperti yamaha racing coaster, trans city teater, giant swing, 4D simulator, vertigo, transcar racing, si bolang, trans broadcast museum, dan science center. 

Kawasan yang kedua yaitu kawasan lost city, kawasan ini bertemakan tentang hutan rimba dimana disana terdapat replika piramida maya dan juga kapal bajak laut, di dalam kawasan ini terdapat wahana seperti jelajah, kong climb, skypirates zapelin, amphiteatre, dan blackheart's pirate ship. Di kawasan ketiga dan juga kawasan terakhir ialah kawasan magic corner, dimana dikawasan ini bertemakan tentang magis dan khayalan serta terdapat replika pohon buncis raksasa dan terdapat air mancur yang indah di tengah kawasan tersebut, di kawasan ini terdapat wahana-wahana yaitu negeri raksasa, dragon raiders, pulau liliput, dunia lain dan special effect action.

Itulah sekilas cerita perjalanan saya ke Trans Studio bandung, nanti akan saya ceritakan tentang detail dari wahana-wahana yang tadi telah di tulis dan lanjutan perjalanan saya di sana, serta tips tentang hal-hal apa yang harus kita bawa dan tidak ke dalam Trans Studio yang akan saya tulis di journey to Trans Studio (part 2) 
[ Read More ]

Pedang Bermata Dua itu Bernama.....

Tulisan saya kali ini bukan menceritakan tentang perang atau membahas tentang  senjata. Judul di atas mempunyai makna yaitu jika kita bisa memanfaatkannya dengan baik suatu hal maka kita akan beruntung, sedangkan jika kita tidak bisa memanfaatkannya dengan baik hal tersebut maka kita akan merugi. 

Hal yang dimaksud itu adalah waktu. Ya benar waktu, seberapa berharganya sebuah waktu itu relatif sebenarnya, kenapa saya bilang seperti itu karena setiap orang menganggap waktu dengan cara dan sudut pandang yang berbeda. Seorang pengusaha menilai waktu sebagai sebuah hal yang sangat berharga, jika mereka kehilangan sedikit waktu yang berharga itu saja maka akan rugi dalam banyak hal. Sedangkan jika kita melihat dari sudut pandang seorang pengangguran misalnya yang kerjanya seharian hanya tidur di rumah, waktu tak ubahnya suatu hal yang biasa saja tak berharga dan tak ada nilainya karena mereka tak melakukan banyak hal.

Terkadang kita sering meremehkan waktu dan menyepelekannya. Pernah saya meremehkan waktu, hari itu seharusnya saya harus mengikuti UAS di kampus, tapi saya menunda-nunda waktu untuk berangkat ke kampus dengan berfikir "ah, 45 menit juga sampe di kampus" sehingga saat itu saya jalan pukul 09.15 wib padahal ujian pada hari itu pukul 10.00 wib. Ternyata tebakan saya salah waktu itu jalan ibukota sedang tidak bersahabat dengan pengendara mobil dan motor, jalan yang saya lalui menuju ke kampus ternyata macet cukup parah sehingga saya baru tiba di kampus pukul 10.20 wib. Ya saya telat saat itu, pintu ruang ujian pun telah dikunci dan mahasiswa yang telat tak diizinkan untuk masuk, saat itu saya benar-benar kesal tapi saya sadar semua ini karena kesalahan yang saya buat sendiri karena meremehkan waktu. Akhirnya ujian hari berikutnya saya datang lebih pagi dari waktu ujian, ujian saat itu terjadwal pukul 07.45 wib tetapi saya telah tiba di depan ruang ujian pukul 06.30 wib. Memang terlalu pagi, tetapi tak apalah dari pada saya terlambat, malahan saya masih punya waktu sebentar untuk membaca kembali materi-materi yang akan diujikan nanti dan juga saya tak perlu panik atau tak fokus dalam mengerjakan ujian karena datang terlambat.

Dari dua pengalaman saya tadi waktu telah menjadi pedang bermata dua buat saya, di pengalaman pertama pedang itu menghujam saya dan merugikan saya karena saya meremehkannya, dan di pengalaman kedua pedang tersebut menguntungkan dan membantu saya memenangkan perang yang berwujud "ujian". Jika kita ibaratkan pedang bermata dua ini memang sangat berbahaya, tapi itu jika kita tak bisa memanfaatkannya dan lain halnya jika kita cerdas dan cerdik memanfaatkan pedang bermata dua tersebut. Kesimpulannya adalah hargailah waktu yang terus berputar ini sebaik-baiknya, karena jika kita melakukan kesalah fatal di dalam waktu tertentu kita tak akan bisa kembali ke waktu tersebut untuk memperbaiki kesalahan tersebut, seperti dalam pertanyaan dan jawaban Imam Ghozali berikut ini kepada para muridnya.

"apa yang paling jauh dari kita di dunia ini?"
Murid-muridnya menjawab "negara cina, bulan, matahari dan bintang-bintang".
Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan itu adalah benar. Tapi, yang paling benar adalah "MASA LALU". Walau dengan cara apapun kita tak dapat kembali ke masa lalu.
Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.
[ Read More ]

Karya Kahlil Gibran

Saat sedang membaca sebuah buku karya salah satu mentri pemerintah saat ini, ada sebuah halaman yang menuliskan karya dari sastrawan terkenal yang lahir di lebanon. Ya, dialah Kahlil Gibran sastrawan yang karya-karyanya telah banyak dibaca oleh para sastrawan di seluruh dunia. Puisi tersebut sangat dalam maknanya ketika saya membacanya, sangat menampar bagi orang-orang yang merasa melakukan hal tersebut, Inilah puisi tersebut.





Kutegur Jiwaku Tujuh Kali

Kutegur jiwaku tujuh kali

Yang pertama : Ketika aku berusaha meninggikan diri sendiri dengan mengeksploitasi yang lemah

Yang kedua : Ketika aku timpang dihadapan yang lumpuh

Yang ketiga : Ketika setelah diberikan pilihan aku memilih yang mudah ketimbang yang sulit

Yang keempat : Ketika aku membuat sesuatu kekeliruan kuhibur diri sendiri dengan kekeliruan orang lain

Yang kelima : Ketika aku bersikap jinak ketakutan lalu mengklaim diriku kuat dalam kesabaran

Yang keenam : ketika kuangkat pakaianku untuk menghindari lumpur kehidupan

Yang ketujuh : ketika aku berdiri menyanyikan kidung bagi Tuhan dan menganggap hanya itulah satu-satunya nyanyian kebajikan
[ Read More ]

    Free INDONESIA Cursors at www.totallyfreecursors.com