Suka bercerita, bercerita suka-suka

Facebook
RSS
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pindah, Pindaahh, Pindaaahhh!

PINDAH, sebuah kata biasa tapi sarat makna, dimana terjadi perubahan dari satu keadaan ke keadaan lainnya. Saya, kamu, kita pasti pernah merasakan hal ini. Pindah sekolah ke jenjang lebih tinggi, pindah kantor ke tempat lebih baik, pindah rumah ke lingkungan yg lebih nyaman atau pindah hati ke orang yang lebih menerima kita dengan tangan terbuka.


Agak random sebenernya kenapa tiba-tiba ngomongin tentang pindah, terbesit begitu aja sekilas di kepala terus langsung coba dituangin disini lewat tulisan.


Gak terasa beberapa tahun ini terjadi banyak perpindahan di kehidupan saya. Mulai dari hal simpel kaya pindah posisi tidur sampe yg rumit kaya pindah lokasi kantor dan rumah.


Ketika pindah ada keadaan positif dan negatif yg ikut terbawa oleh kita ke tempat baru nantinya. Kenangan manis  keadaan sebelumnya akan jadi sesuatu yg sulit untuk dilupakan, sebaliknya rasa syukur terhatur pada Sang Khalik bahwa kenangan buruk masa lalu akan tertinggal selamanya (insyaallah).


Kalo ditelisik sejarahnya, perpindahan ini bahkan pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad pada masa itu dari Mekah ke Madinah, sebuah peristiwa yg umat Islam kenal dengan peristiwa Hijrah. Beliau berpindah (hijrah) saat itu, selain untuk berlindung dari ancaman kaum kafir, juga sebagai suatu tekad untuk berubah menjadi lebih baik lagi. Ya, berubah lebih baik.


Kadang sebagian dari kita pasti merasa keadaan jadi gak menyenangkan ketika kita terjebak dalam kondisi penuh tekanan, kurang penghargaan, dilingkupi rasa kekecewaan, dan seabrek rasa negatif lainnya. Kondisi kaya gini bisa jadi bom waktu yg bisa meledak kapanpun. Efeknya gak hanya melukai kita tapi juga orang-orang yg peduli di sekitar kita.


Pindah, jadi jalan keluar untuk mendapatkan keadaan yg lebih baik dari sebelumnya. Pindah dari bandel menjadi baik, dari sakit jadi sehat, dari suudzon menjadi husnudzon, dari pemalas jadi rajin, dari penyendiri jadi suka bersosialisai, dari egois menjadi peduli sesama. Pindahlah ke tingkatan yg lebih tinggi, jangan berpindah kedalam keadaan yg sama atau bahkan lebih buruk dari sebelumnya, karena kita pasti tidak mau jadi orang yg merugi bukan?





”Demi masa. Sesungguhnya manusia benar benar berada dalam kerugian. Kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan saling menasehati supaya menaati kebenaran dan saling menasehati supaya menetapi kesabaran...”
(QS. Al-‘Ashr: 1-3)


[ Read More ]

Hati dan Hati



Sadar atau tidak kehidupan manusia tak lepas dari judul diatas. Banyak hal yang terjadi lewat satu kata itu jika disandingkan dengan sebuah kata lain yang langsung merubah maknanya. Jatuh hati, main hati, sakit hati, beberapa hal yang diambil dari kata 'hati', dan sering terjadi dalam kehidupan manusia.


Jatuh Hati, memberi banyak keindahan dalam frase kehidupan kita yang mungkin biasa saja awalnya. Menghangatkan setiap pikiran, kata dan perbuatan yang dilakukan. Serta menghidupkan sisi humanis dari tiap orang yang dideranya. Jatuh Hati membuat kehidupan seseorang menjadi lebih dihargai dan diakui, juga membuat kita belajar bahwa merebut hati itu lebih sulit dari membangun gedung dan segala isinya.


Main Hati, berbeda dengan yang pertama walau sama memberi keindahan, meski yang ditawarkan hanya kesemuan belaka. Banyak orang yang terjebak hal ini jika tak pandai membedakan mana yang nyata mana yang tak pernah ada. Main hati pernah dilalui tiap manusia tapi hanya pemilik hati yang tulus sesungguhnya yang bisa melaluinya. Bagian ini mengajarkan pada kita bahwa hati tak hanya untuk direbut tapi juga harus dipertahankan untuk membuat akhir yang didambakan.


Sakit Hati, bertolak belakang dengan jatuh hati. Membekukan serta menggelapkan setiap pikiran, kata dan perbuatan yang dilakukan. Jika terlampau kronis bahkan mematikan sisi humanis tiap manusia. Sakit hati memberi gambaran, bahwa tiap hati memiliki sisi kelam yang terkadang muncul jika terus dicampakkan. Perlu usaha maksimal menerangi sisi hati satu ini jika sudah terlampau terseret jauh dalam kegelapan.


Dari hati, untuk hati, bagi hati.



Posted via Blogaway


[ Read More ]

Dieng, Negeri Kahyangan (Part 1)

“Travel brings power and love back into your life.”
― Rumi

“Ya udah diputusin kita jalan ke dieng tanggal 17 April abis magrib ya”, entah siapa yang bicara saat itu tapi diputuskanlah destinasi berikutnya yang akan disamperin oleh saya dan para crew Relis Adventure yakni sebuah lokasi wisata yang berjarak satu jam perjalanan dari kota Wonosobo dan memiliki ketinggian rata-rata 2000 mdpl. Negeri kahyangan sering disebut untuk daerah yang terletak di dataran tinggi ini, kita sebut saja daerah itu bernama Dieng.
[ Read More ]

Belajar Melukis dengan Cahaya

“You don't make a photograph just with a camera. You bring to the act of photography all the pictures you have seen, the books you have read, the music you have heard, the people you have loved.” ― Ansel Adams


[ Read More ]

Menapaki Langkah Selanjutnya

Gak berasa, hari ini nambah lagi usianya, 23 tahun mendekati seperempat abad. Alhamdulillah banyak mimpi dan cita yang telah terpenuhi menginjak tahun ini, walau ada beberapa yang dipending sama Allah bahkan diganti dengan yang lebih baik lagi (I belive that).

Sadar nambah usia sebenernya membuat "jatah" hidup di dunia semakin berkurang, makin dekat kematian, menambah langkah bertemu malaikat pencabut nyawa. Jadi mikir, sudah siapkah bekal saya jika dipanggil sewaktu-waktu? pertanyaan klise tapi selalu penting untuk diingat.


Usia nambah dan postur tinggi besar membuat saya terlihat makin dewasa (tua maksudnya). Secara alami sifat dan kelakuan yang beraroma anak kecil pun lambat laun memudar dan dipaksakan memudar. Tanggung jawab semakin besar, pemasukan sudah harus dari kantong sendiri, dan sudah mulai memikirkan pendamping hidup.

Soal pendamping ini bisa dibilang curhat colongan saya hehehe, di usia seperti saya hampir banyak teman dan saudara yang telah dan akan segera mempunyai pendamping. Saya? entahlah, masih dalam proses penetapan (semacam undang-undang). Ingin sih segera melepas masa lajang, mempunyai pendamping dan kita tumbuh dewasa bersama. Dulu mikirnya kalo mau punya pendamping hidup harus sudah mapan, punya rumah dan kendaraan. Tapi makin kesini kualifikasinya sedikit melunak, jika menunggu mapan? mungkin nunggu tua dulu baru terwujud (jangan sampai).

Cerita bapak dan ibu yang menikah di usia cukup muda dan hanya bermodalkan dana seadanya merubah pandangan saya tentang mapan, mungkin bukan mapan tapi mencukupi kata yang tepat untuk tahu seseorang sudah siap atau belum untuk hidup berdua. Kedewasaan jadi cari ampuh untuk memulai segera. Semoga alam semesta bergerak berirama dengan alunan kehidupan saya.


Harapan, mimpi, keinginan dan cita-cita saya sejak sma sampai sekarang tidak pernah berubah, ingin menjadi seorang pengusaha walau sekarang masih menjadi pegawai di perusahaan orang lain. Membahagiakan orang tua bukan cita-cita saya tapi sebuah keharusan, walau sadar sampai saat ini belum bisa sepenuhnya membantu tapi nanti, dengan ridho dan rizki Lillahi saat itu akan segera tiba, saya yakin.

Membahagiakan orang tua, mempunyai perusahaan sendiri, mempunyai pendamping hidup yang baik, masih menjadi mimpi. Tapi mimpi ini akan terus saya kejar sampai kapanpun, bahkan sampai ke peraduan terakhir dalam hidup. Saya yakin dan percaya, semua akan terwujud jika Allah turut membantu, karena tidak ada tempat paling baik untuk berserah diri selain Allah swt.

"Seandainya kamu semua bertawakal kepada Allah dan berserah diri sepenuhnya, niscaya kamu akan mendapat rizqi seperti rizqinya burung-burung di waktu pagi-pagi dalam keadaan lapar, dan kembali sore hari dengan perut kenyang" (HR. Imam Tirmidzi)

Jakarta, 21 Februari 2014




Ryan Maulana
[ Read More ]

Macet & Egoisme Tingkat Tinggi

Akhirnya kembali lagi nulis di blog ini, liputan dan editan video tiap hari bikin waktu untuk update ini blog jadi susah. Ya gak masalah juga sih, karena gak tiap hari juga ada sesuatu yang bener-bener spesial untuk di bagi di blog ini. Kenapa sekarang nulis lagi, karena ada hal spesial yang akan saya tuangin disini berdasar hasil renungan saya selama perjalan pulang kantor tadi sore.

Kalian yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya, atau di kota dengan kepadatan kendaraan yang sangat gak asik pasti setiap hari mengalami yang namanya macet kan? 10 atau 5 tahun lalu mungkin kemacetan hanya terjadi di beberapa jalan protokol dan di waktu tertentu seperti pagi dan sore hari saat para pekerja kantor melintas di jalanan. Tapi sekarang? tidak hanya jalan protokol, tidak hanya pagi dan sore hari, sekarang setiap jalanan mulai dari protokol hingga jalan kampung selalu macet hampir tiap waktu, mau itu pagi, siang, sore sampai malem.

Tau gak tanpa disadari kemacetan yang cukup parah di Jakarta membuat para ahli berprediksi pada 2020 kelak saat kita keluar rumah itu udah macet berkilo-kilo *ngeri*. Tidak hanya itu, kemacetan juga sadar atau tanpa kita sadari membuat masyarakat menjadi makhluk hidup dengan egoisme tingkat tinggi. Gak percaya? coba tengok di setiap perempatan atau pertigaan jalan besar, selalu saja ada pengemudi yang menerobos lampu lalu lintas, selalu saja ada pertengkaran ketika kendaraannya sedikit tersenggol orang lain, selalu saja ada makian ketika pengemudi lain merugikan kita di jalan. Semua itu berlabuh menjadi satu hal, yakni egoisme diri.


Entah apa yang salah sehingga masyarakat menjadi seperti itu, kalo menurut saya karena kurang bersyukur dan santai ngejalanin hidup aja sih. Kalo menurut saya jalan keluarnya mereka perlu berlibur ke alam sesekali jangan berkutat di hutan beton kota terus tiap hari. Dan yang parahnya hal ini gak hanya menimpa pengemudi sepeda motor aja, pengemudi mobil, bahkan pejalan kaki pun jadi berperilaku serupa karena efek kemacetan yang udah terlalu mendarah daging. Kita harus merubah kebiasaan yang makin jadi tabiat yang sangat buruk ini, ya kalo gak bisa mempengaruhi seseorang dari sifat egoisme akut, minimal kita mulai dari diri kita sendiri mudah-mudahan yang lain mengikuti. Ingat egoisme dekat dengan emosi, emosi dekat dengan stres, stres dekat dengan penyakit, penyakit dekat dengan kematian, kita gak mau kan karena egois kita jadi mati? agak gak nyambung sih tapi disambungin aja karena sebenarnya semuanya berkesinambungan kok *ngomong apa sih*.

Ingat.
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain." (HR. Ahmad, Thabrani, Daruqutni. Dishahihkan Al Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah)
-Bagaimana kita menjadi baik jika bukan manfaat yang kita tebar, melainkan keburukan dan keegoisan yang menyusahkan orang lain-
[ Read More ]

Siklus Kehidupan

Idul Adha ke-22 saya di tahun ini bisa dibilang cukup berbeda, bukan ritual, lingkungan, atau nuansanya tapi kelengkapannya. Ya kelengkapan, tahun ini bahkan hingga tahun-tahun kedepan kelengkapan itu tak akan pernah menjadi lengkap seutuhnya. Karena satu hari lalu nenek saya menghembuskan nafas terakhirnya akibat usia yang tak lagi bisa dikompromikan. Tahun berikutnya setelah ini semua rutinitas mungkin akan berubah, tak ada yang menyambut kami lagi ketika tiba di kampung halaman, tidak ada yang bisa kami ajak latihan berbicara bahasa jawa lagi, mungkin rutinitas pulang kampung sendiri nantinya bukan menjadi sebuah prioritas lagi. Yak semua berubah, satu hal yang tak berubah adalah sebuah perubahan itu sendiri.

Sebuah lagu "Tak ada yang abadi - Peterpan" mungkin bisa menggambarkan perubahan itu semua. "Lahir - anak kecil - remaja - dewasa - tua - tutup usia" sebuah siklus yang telah, sedang, akan dialami oleh setiap manusia di dunia ini. Roda kehidupan akan terus berputar tanpa henti, dengan alasan apapun, tinggal bagaimana kita mempersiapkan itu semua.

Kesadaran diri harus datang seiring berjalannya waktu, kita akan semakin tumbuh dewasa dan akan mengambil peran yang dahulu dilakukan oleh orang tua kita. Mempersiapkan diri berarti juga mempersiapkan metal kita untuk memikul semua tanggung jawab itu. Tak lagi mengandalkan orang membantu hidup kita, namun nantinya kita yang akan menjadi andalan generasi setalah kita. Siklus kehidupan ini akan terus berputar tanpa batas, semakin lama kita akan menua kemudian akan meninggalkan dunia ini, hanya yang siap dan yang menyadarinya yang dapat menghadapi perubahan ini. Selamat tinggal nek, semoga engkau tenang di alam sana di sisi Allah swt. amiinnn.
[ Read More ]

Bulan Ke-9

5 bulan sudah blog ini gak keurus sama sekali, banyak debu disana-sini, bahkan ada sarang laba-laba tumbuh dengan pesatnya. Akhirnya setalah bersih-bersih blog waktunya kembali bisa nulis lagi. Sadar gak bisa nulis dengan gaya bahasa "gaul" dalam bercerita untuk seterusnya mungkin kata "gw" akan diganti dengan "saya" he he he.

Oktober ini udah masuk bulan ke-9 saya jadi kuli tinta, jangan ditanya uda liput apa aja, terlalu banyak sampe lupa *alasan*. Politik, Ekonomi, Olahraga, Teknologi, Gaya Hidup, Selebriti, Travel semuanya uda pernah diliput, tapi paling enak untuk diliput ya tentang travel, selain bisa jalan-jalan kita jadi kenal akan lokasi wisata dan budaya dari daerah yang kita datangi :)

Liputan 10 tahun D'Masiv

Saat liputan ke Sawarna
Status outsourcing pun telah berganti sejak 3 bulan lalu, ya dalam 6 bulan udah diangkat tetap menurut saya sebuah prestasi yang cukup bisa dibanggakan jika dibandingkan cerita senior saya yang dulu harus satu tahun lebih kerja baru bisa diangkat tetap. Walau udah jadi karyawan tetap keinginan berwirausaha masih bergelora dalam diri, semoga secepatnya bisa terealisasi. Waktu kerja yang kadang amburadul membuat waktu untu mulai berwirausaha pun terhambat *alasan*. Harapan pun selalu ada, saya tak mau selamanya menjadi seorang pekerja dan akan segera memulai berwirausaha.

Hendaklah kalian berdagang karena berdagang merupakan sembilan dari sepuluh pintu rezeki.” (Al-Mughni ‘an Hamlil Asfar, Al-Hafizh Al-‘Iraqi pada hadits no. 1576)
[ Read More ]

Pengalaman Pertama Liputan

Wuih ga kerasa udah hampir 4 bulan gw menyandang sebutan kuli tinta, pekerjaan yang katanya mulia karena memberikan informasi kepada masyarakat luas tentang informasi apa aja. Bagi kalangan kuli tinta atau pekerja media 4 bulan itu masih sebentar, malah ada yang puluhan tahun kaya pendiri kantor gw dan juga pendiri kantor berita yang toko bukunya dimana-mana itu. Waktu kerja yang baru sedikit itu bikin gw berasa anak bawang, iya betul anak bawang itu lho yang kalo setiap ikut maen kadang suka ga dianggep karena masih kecil.

Biarpun baru 4 bulan udah lumayan banyak lika-liku cerita pengalaman liputan yang bisa gw kenang buat anak cucu gw kelak hahaha masih lama. Tapi, kalo gw ceritain langsung semuanya nanti gak seru lagi, nanti yang dateng ke blog gw jadi sepi lagi, kan berabe jadinye.

Pengalaman liputan pertama kali yang gw rasain itu pas hari kedua masuk kerja. Jadi gw harus mewawancara narasumber boyband cilik gitu, yang namanya ada junior-juniornya gitu. Dimana-mana pengalaman pertama itu pasti tegang dan keringetankan karena belum terbiasa, gw juga gitu tapi bedanya gak keringetan. Kenapa gak keringetan, karena pas jalan ke lokasi liputan itu udah malem + ujan gede, jadi gak sempet keringetan. Dan juga jarak antar kantor gw sama lokasi liputan lumayan, bikin kaki gemeteran.

Seperti halnya kuli tinta lainnya kalo uda sampe lokasi liputan, pasti cari narasumbernya dimana, dan gw pun kaya gitu juga, bedanya kuli tinta yang lain gak celingak-celinguk kaya gw pas nanya lokasi narasumber. Singkat kata, gw uda masuk kedalem lokasi syuting dan mereka masih pada syuting, padahal udah jam 10 malem. Hebat pikir gw, ternyata mereka bekerja sangat keras untuk bisa sukses kaya sekarang, kerja dari pagi sampe malem persis kaya kerjaan yang gw lakuin sekarang ini. Perbedaannya cuma satu, pada sektor pendapatan, apa yang gw dapatkan itu sepersekiannya dari pendapatan yang mereka terima, dunia memang adil sodara-sodara (positif thinking).

Yah kesimpulan liputan pertama kali gw di dunia kerja nyata itu beda banget dengan pengalaman gw selama ini di lembaga pers mahasiswa. Bingung pasti, tapi jangan sampai linglung ngejalaninnya, gitu aja sih gampangnya.
[ Read More ]

Bosan Kerja?

Akhirnya corat-coret lagi di blog satu ini, uda hampir 4 bulan gak ngeblog. Tulisan kali ini mungkin pembahasannya gak jauh dari pekerjaan dan rasa bosan, kenapa bisa? Jika kita perhatikan teman atau orang disekitar kita yang sudah bekerja pasti obrolannya gak jauh dari pekerjaan, rasa bosan, intervensi berlebihan bahkan mungkin cacian.

Sebenarnya apa yang salah dengan itu semua? ternyata pekerjaan dengan pendapatan yang besar bukan menjadi jaminan kita akan bisa menikmati dan menjalankan pekerjaan itu dengan semangat, mungkin malah pekerjaan dengan pendapatan yang cukup lebih nyaman untuk dijalankan. Seperti kata sebuah kutipan, "jadikan hobimu menjadi sebuah pekerjaan, maka akan terasa lebih menyenangkan menjalankannya".


Jadi intinya kita harus menjadikan hobi kita jadi pekerjaan utama kita? ya enggak juga tapi lebih baik begitu, malah jika bisa telaten (sabar), kita bisa menjadikan hobi kita menjadi sebuah peluang usaha yang dapat mendatangkan banyak uang. Tapi balik ke diri kita lagi, ada yang lebih nyaman jadi pekerja namun tidak sedikit yang lebih tertantang menjadi seorang wirausaha. Jika tekun di dunia kerja kita akan menjadi seorang profesional, jika sukses di wirausaha kita akan menjadi seorang pengusaha. Tinggal di jalan mana kita berpijak, tak sedikit pula yang merubah pijakan mereka ketika merasa jalan yang di ambilnya tidak terasa cocok dengan dirinya. Jadi kesimpulan tulisan ini tentang pekerjaan dan rasa bosan yaitu kita harus memahami diri sendiri dalam menentukan jalan hidup kita, agar tidak bosan menjalaninya.
[ Read More ]

Life of Pi


Jenis Film        : Drama
Sutradara         : Ang Lee
Produksi          : 20th Century Fox
Durasi              : 120 menit

  Life of Pi, sebuah film yang berkisah mengenai seorang anak yang terdampar berhari-hari di lautan bersama seekor harimau. Bercerita mengenai seorang anak bernama  Piscine Molitor Patel (Pi) yang namanya selalu diejek oleh teman sekelasnya dengan sebutan “pissing”, akhirnya dia menyingkat namanya menjadi Pi saja agar tidak diejek lagi. Pi tinggal di kota Pondicherry bersama ayah, ibunya serta kakaknya yang bernama Ravi, mereka memiliki sebuah kebun binatang di kota tersebut. Karena situasi politik yang tidak menguntungkan mengharuskan mereka pindah dari India menuju ke Kanada, disinilah kisah Pi bermula.


  Saat menumpang kapal laut asal Jepang menuju Kanada, kapal mereka diterpa badai besar di wilayah palung Mariana yang membuat kapal tersebut karam dan tenggelam ke dalam laut. Hanya Pi satu-satunya yang selamat dari peristiwa naas tersebut dengan menaiki sebuah sekoci penyelamat. Namun dia bukanlah satu-satunya makhluk hidup yang ada di sekoci tersebut, karena terdapat juga seekor zebra yang terluka, hyena juga orang utan bernama Orange Juice yang dia selamatkan saat mengambang di lautan dan terakhir seekor harimau Bengal bernama Richard Parker. Satu persatu binatang-binatang tersebut mati, zebra dan orang utan dimakan oleh hyena, kemudian si hyena mati diterkam oleh Richard Parker.

  Mulailah Pi menjalani hari-harinya terapung-apung dilautan hanya berdua dengan Richard Parker, menjalani sebuah hubungan yang rumit. Kejadian demi kejadian menakjubkan yang dialami Pi dan Richard Parker membuat mereka akhirnya menjadi dekat.  Ketika keduanya telah lelah dan pasrah terhadap takdir, akhirnya mereka terdampar di pulau karnivora. Pulau yang ketika siang hari menawarkan air segar di tengahnya namun berubah menjadi asam pada malam hari. Menyadari dirinya akan mati perlahan di pulau karnivora itu, akhirnya Pi melanjutkan perjalanan bersama Richard Parker menyusuri lautan, hingga akhirnya mereka terdampar di pantai Meksiko. Disini Richard Parker meninggalkan Pi untuk selamanya yang manangis ditinggal oleh harimau tersebut.

  Ketika dirawat di rumah sakit setempat, Pi ditemui oleh dua agen asuransi dari Jepang yang menangani kecelakaan kappa tersebut. Saat Pi menceritakan kisah yang dialaminya kepada dua agen tersebut, mereka tidak percaya dan menyuruh Pi membuat versi lain dari kejadian yang dialaminya agar terlihat lebih masuk akal oleh perusahaan  asuransi tersebut. Akhirnya Pi membuat cerita versi lainnya, dia merubah binatang-binatang tersebut dengan orang-orang, si zebra di rubah menjadi seorang pelaut, orang utan sebagai ibunya, hyena yang kejam menjadi seorang koki, dan dia sendiri menjadi harimau Bengal. Kemudian dua kisah tadi diceritakan kembali kepada seorang penulis yang akan membuat tulisan mengenai pengalaman yang dialami oleh Pi, pada awalnya sang penulis juga tidak percaya, namun setelah Pi berucap terserah mau percaya atau tidak tapi itulah kejadian yang saya alami, membuat penulis tersebut percaya.

  Film ini sarat akan makna, dimana kita harus menghargai sekitar kita, percaya  terhadap sang pencipta dan juga tak lelah berusaha untuk dapat hidup. Ang Lee selaku sutradara meramu film ini menjadi sebuah tontonan yang layak untuk dilihat, baik oleh para orang tua maupun remaja. Visual yang ditampilkan pun sungguh membuat mata takjub, karena menampilkan gambar yang penuh warna-warna cerah dan cantik apalagi jika kita menikmatinya versi 3Dnya pasti lebih takjub lagi.
[ Read More ]

Madagascar 3: Europe’s Most Wanted, Tontonan Wajib saat Liburan


Liburan tiba juga, waktunya mengajak anak-anak untuk berwisata. Untuk sebagian keluarga yang mempunyai tabungan cukup berlebih bisa mengajak anaknya untuk berwisata ke luar kota bahkan bisa juga ke luar negeri, namun bagaimana jika tabungan yang dimiliki tidak terlalu melimpah? Tenang saja kita bisa mengajak anak-anak untuk wisata di dalam kota misalnya dengan menonton bioskop. Kenapa harus ke bioskop, karena film kartun terbaru produksi Paramount Pictures sudah mulai diputar di bioskop - bioskop Indonesia yakni Madagascar 3: Europe’s Most Wanted.

Film yang di putar dalam dua versi, yakni versi biasa dan 3D ini masih bercerita tentang 4 binatang yang bersahabat satu dengan lainnya, mereka adalah Alex, Marty, Gloria dan Melman. Kali ini mereka berencana untuk kembali ke New York setelah bosan tinggal di Afrika, namun para pinguin dan simpanse yang menjanjikan untuk membawa mereka kembali ke New York tak kunjung datang juga setelah pergi ke Monte Carlo, Monaco. Akhirnya mereka menyusul ke Monte Carlo untuk bertemu para penguin dan simpanse, namun rencana mereka tak berjalan dengan lancar. Mereka membuat keributan di sebuah kasino yang juga mengundang salah seorang pemburu binatang yang sangat berpengalaman bernama Kapten Chantel DuBois.

Disaat terjepit karena dikejar oleh Kapten DuBois mereka meminta tolong agar bergabung di salah satu sirkus keliling agar bisa selamat dari kejaran Kapten DuBois. Sirkus binatang yang dipimpin oleh Harimau Siberia, vitaly tersebut awalnya tak mengizinkan untuk ikut, namun Gia salah satu anggota sirkus tidak tega kemudian menolong Alex, Marty, Gloria dan Melman. Ternyata setelah ikut rombongan tersebut terdapat sesuatu yang salah, pertunjukan yang ditampilkan oleh sirkus keliling ini sudah terlalu kuno dan membosankan sehingga penonton tidak tertarik sama sekali.

Melihat hal tersebut Alex mendapatkan ide agar sirkus tersebut dapat menarik perhatian penonton. Dibantu oleh Marty, Melman dan Gloria, mereka memberi semangat kepada para anggota sirkus tersebut agar bisa memberikan pertunjukan – pertunjukan yang baru dan fresh sehingga mendapat kontrak untuk melakukan pertunjukan keliling Amerika dan mereka berempat dapat kembali ke kebun binatang New York.

Namun semua yang direncanakan ternyata tidak berjalan dengan lancar apalagi perjalan mereka akan selalu dibayang – bayangi oleh kejaran Kapten DuBois. Penasaran dengan keseluruhan ceritanya? Jangan lupa untuk menyaksikan film ini di bioskop – bioskop favorit kalian, dan tidak lupa mengajak serta keluarga atau teman untuk menonton bersama. Selamat liburan semua.

[ Read More ]

MIB 3 : Back In Time


Jenis Film        : Action, Sains Fiction
Produser         : Walker F.Parkes, Laurie Macdonal
Sutradara        : Barry Sonnenfeld
Produksi         : Sony Pictures
Durasi             : 106 Menit

Bagi para penggemar film sains fiksi pasti tak asing jika mendengar film MIB (Men In Black). Sebuah film yang bercerita tentang sebuah dinas rahasia pemerintah AS yang bertugas melindungi bumi dari para alien. Film MIB sendiri saat ini telah memasuki sequel yang ketiga yakni MIB 3: Back In Time, yang baru kembali di rilis ke bioskop pada akhir bulan Mei 2012 ini, setelah lama vakum selama 10 tahun sejak MIB 2 dirilis pada tahun 2002 lalu.

Film MIB 3 kali ini masih menceritakan tentang 2 orang agen MIB yakni Agent J (Will Smith) dan Agent K (Tommy Lee Jones) yang bermula dari kaburnya seorang tahanan alien yang bernama Boris The Animal, dia melarikan diri dari penjara alien yang berada di bulan. Tujuannya melarikan diri adalah untuk membalas dendam kepada Agent K yang telah memenjarakannya selama 40 tahun dan juga telah menghilangkan sebelah lengannya. Namun, balas dendam yang dilakukan Boris tidak biasa, dia kembali ke tahun 1969 untuk membunuh Agent K yang masih muda (John Brolin) sehingga Agent K yang ada pada tahun 2012 juga ikut hilang. Agent J yang awalnya mengira hilangnya Agent K pada tahun 2012 hanya sebuah lelucon pun terkejut, karena mengetahui bahwa Agent K sebenarnya telah meninggal 40 tahun yang lalu.

Agent J pun kembali ke masa lalu dengan mesin waktu untuk menyelamatkan Agent K sebelum dia dibunuh oleh Boris. Namun kenyataannya dia tidak hanya kembali ke masa lalu untuk menyelamatkan rekan kerjanya saja, tapi masa lalu Agent K dan juga masa lalu dirinya ikut terkuak di masa lalu itu. 

[ Read More ]

Mari membagi waktu dan memprioritaskan kegiatan

setelah beberapa lama gak menulis di blog ini rasanya rindu juga jadinya ha..ha..ha.. tulisan saya kali ini akan membahas tentang betapa pentingnya membagi waktu dan memprioritaskan kegiatan. Walau sepele kedengarannya tapi percayalah bahwa melakukan kedua hal di atas itu tidaklah mudah, bahkan teman saya sampai pusing untuk membagi waktunya agar bisa mengikuti semua kegiatan yang ada. Bayangkan saja kita hanya mempunyai waktu 24 jam dalam satu hari yang harus kita bagi-bagi sedemikian rupa sehingga semua acara bisa di datangi. Misal, pagi hari kita bangun tidur kemudian solat subuh, beberes rumah kemudian mandi dan sarapan, siang hari kita melakukan aktifitas luar ruangan (kuliah, kerja, sekolah), sore hari kita berkumpul dengan teman ataupun keluarga sambil bersenda gurau ataupun mengerjakan tugas kita di rumah, dan pada malam hari kita tidur dan beristirahat sampai pagi hari.

Itu tadi kegiatan sehari-hari yang kebanyakan orang lakukan, semua kegiatan tadi dapat terlaksana dengan baik karena kita bisa mengatur waktu serta dapat memprioritaskan kegiatan mana saja yang memang harus segera dilaksanakan mana yang masih bisa di tunda waktunya. Tapi, bagaimana kalau kita tak bisa mengatur waktu tersebut, misalnya pagi hari setelah bangun tidur dan solat subuh kita tidur lagi hingga siang, kemudian bangun makan dan mandi lalu dilanjutkan dengan online sampai sore hari, setelah selesai online kita lalu makan sore dan kumpul dengan teman-teman kita hingga larut malam, begitu seterusnya. Lihat, betapa rugi dan sia-sianya waktu yang kita punya hanya diluangkan untuk melakukan hal-hal yang kurang bermutu dan tidak memberi manfaat yang besar buat hidup kita.

Makanya, mulai dari sekarang kita harus pandai-pandai mengatur waktu kita, memprioritaskan mana yang sebaiknya kita lakukan terlebih dahulu, pandai memilah-milah kegiatan mana yang bisa memberi manfaat yang besar buat hidup kita jangan hanya merugikan dan membuang-buang waktu yang berharga dalam hidup kita. Terkadang memang ada hal-hal yang harus kita korbankan untuk memprioritaskan hal yang lebih penting, tapi percaya deh, kedepannya kalian akan merasakan bahwa pilihan yang kalian lakukan itu tidak akan merugikan diri kalian malahan menambah hal baru di kehidupan kalian. Lets try!!!!
[ Read More ]

Hasselblad H4D-40 Ferrari Edition



Bagi Para fotografi profesional pasti tidak asing mendengar nama Hasselblad, produsen kamera medium format asal Swedia belum lama ini mengeluarkan produk kamera medium format terbarunya bekerja sama dengan produsen pembuat mobil kelas atas asal Itali, Ferrari. Produk yang di beri seri H4D-40 Ferrari edition ini hanya akan dijual secara terbatas ke pasaran, sekitar 499 unit saja.

Karena bekerja sama dengan Ferrari, body H4D-40 ini berbalut warna merah terang, warna khas Ferrari dan juga terdapat logo kuda jingkrak di bagian samping bodynya. Hasselblad membekali H4D-40 ini dengan sensor medium format beresolusi 40 MP, Hassleblad True Focus serta lensa HC 80mm f/2.8.

Untuk Harga yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan kamera medium format satu ini cukup dalam yaitu 17.720 poundsterling atau USD 282.377, bila dirupiahkan harga kamera ini mencapai Rp 250 juta.

Spesifikasi
Sensor size                           : 40.0 Mpixels (7304×5478 pixels)
Sensor dimensions             : 33.1×44.2 mm
Image size                            : RAW 3FR capture 50 MB on average. TIFF 8 bit: 120 MB
File format                          : Lossless compressed Hasselblad RAW 3FR
Shooting mode                    : Single shot
Color definition                  : 16 bit
ISO speed range                 : ISO 100, 200, 400, 800 and 1600
Storage options                   : CF card type U-DMA (e.g. SanDisk extreme IV) or tethered to Mac or PC
Color management            : Hasselblad Natural Color Solution
Storage capacity                                : 4 GB CF card holds 75 images on average
Capture rate                        : 1.1 seconds per capture. 33 captures per minute
Color display                      : Yes, 3 inch TFT type, 24 bit color, 230 400 pixels
Histogram feedback          : Yes
IR filter                                 : Mounted on CCD sensor
Acoustic feedback              : Yes
Software                               : Phocus for Mac and Windows
Platform support               : Macintosh: OSX. Windows: XP (32 and 64 bit), Vista (32 and 64 bit), Windows 7 (32 and 64 bit).
Host connection type         : FireWire 800 (IEEE 1394b)
View camera compatibility: Yes, Mechanical shutters controlled via flash sync. Electronic shutters can be controlled from Phocus.
Operating temperature: 0 - 45 °C / 32 - 113 °F
Dimensions                          : Complete camera w. HC80 mm lens: 153 x 131 x 213 mm [W x H x D]
Weight                                  : 2290 g (Complete camera w. HC80 mm lens, Li-Ion battery and CF card)
Camera Features:
Camera type                        : Large sensor medium format DSLR
Lenses                                   : Hasselblad HC/HCD lens line with integral central lens shutter.
Shutter speed range           : 256 seconds to 1/800 second
Flash sync speed                 : Flash can be used at all shutter speeds.
Viewfinder options:
•HVD 90x: 90° eye-level viewfinder w. diopter adjustment (-5 to +3.5D). Image magnification 3.1 times. Integral fill-flash (G.No. 12 @ ISO100). Hot shoe for SCA3002-system flashes from Metz™.
•HV 90x: 90° eye-level viewfinder w. diopter adjustment (-4 to +2.5D). Image magnification 2.7 times. Integral fill-flash (G.No. 12 @ ISO100). Hot shoe for SCA3002-system flashes from Metz™.
•HVM: Waist-level viewfinder. Image magnification 3.2 times.
Focusing                               : Autofocus metering with passive central cross-type sensor. Ultra focus digital feedback. Instant manual focus override. Metering range EV 1 to 19 at ISO 100.
Flash control                       : Automatic TTL centre weighted system. Uses built-in flash or flashes compatible with SCA3002 (Metz™). Output can be adjusted from -3 to +3EV. For manual flashes a built-in metering system is available.
Exposure metering            : Metering options: Spot, Centre Weighted and CentreSpot. Metering range Spot: EV2 to 21, Centre Weighted: EV1 to 21, CentreSpot: EV1 to 21
Power supply                       : Rechargeable Li-ion battery (7.2 VDC / 1850 mAh).
Film compatibility             : No
[ Read More ]

Hari Pendidikan Nasional

"Selamat Hari Pendidikan Nasional", banyak status di facebook atau di twitter berbunyi seperti itu hari ini. Tapi, apakah cukup hanya dengan mengucapkan selamat lantas pendidikan di Indonesia langsung menjadi bagus, gedung-gedung sekolah dari sabang sampai merauke menjadi bagus, tidak reyot dan nyaris runtuh lagi. Jika semudah itu maka dari dulu mungkin Indonesia sudah menjadi negeri dengan pendidikan dan fasilitas yang tinggi. Apa yang salah sebenarnya dengan pendidikan di Indonesia ini, mentrinya kah, para pegawai depdiknasnya kah, kurikulumnya kah, para pengajarnya kah, muridnya kah, atau para orang tuanya?

Sepertinya semua point tersebut berkesinambungan antara satu dengan yang lainnya, ketika kurikulum tidak sesuai dengan model pendidikan di Indonesia pasti depdiknas dan juga mentri pendidikan akan terkena imbasnya karena mereka yang membuat kurikulum tersebut, ketika muridnya bermasalah pasti para pengajar dan para orang tua yang akan tersangkut paut karena dari mereka lah anak tersebut belajar dan diajarkan, ketika banyak bangunan sekolah nyaris ambruk pasti pemerintah dan pemerintah daerahlah yang harus bertanggung jawab karena sekolah tersebut ada di bawah pengawasannya. Jika kita mencari-cari alasan siapa yang bertanggung jawab atas kesalahan terhadap pendidikan di Indonesia pasti semua elemen akan saling tuduh satu sama lain karena merasa dirinya yang paling benar.

Terlepas dari semua permasalahan tersebut mari kita berdoa dan juga bertindak untuk pendidikan Indonesia yang lebih baik lagi. Semoga semua anak di Indonesia mendapat pendidikan yang layak dan juga mendapatkan fasilitas yang sepadan juga bagi mereka, sekolah-sekolah di seluruh negeri ini tidak ada yang reyot lagi serta memiliki fasilitas yang lengkap di dalamnya. Entah kapan doa dan harapan ini dapat terwujud, semoga saja secepatnya dapat terealisasikan. Sekali lagi "Selamat Hari Pendidikan Nasional, Majulah Pendidikan di Indonesia"...Amin!!!
[ Read More ]

Mengisi Energi Baterai Dengan Hembusan Nafas


Di saat sekarang ini smartphone telah menjamur di kalangan masyarakat Indonesia, berbagai kelebihan yang diberikannya memberi kemudahan bagi kita yang menggunakannya, sebut saja berinternet, mengolah foto dan video, chating, membuat laporan kerja dan masih banyak kelebihan yang bisa ditawarkan dari si handphone pintar ini. Tapi, disamping kelebihan yang ditawarkannya terdapat kekurangan yang sangat sering terjadi di setiap smarphone yaitu borosnya baterai karena banyaknya aplikasi yang berjalan di dalamnya.

Banyak inovasi yang tercipta untuk mengatasi masalah yang satu itu, sebut saja memperbesar daya baterainya, pengisian baterai dengan tenaga surya, dan inovasi yang terbaru yaitu  mengisi baterai menggunakan helaan nafas kita melalui sebuah masker. AIRE, adalah nama perangkat yang dapat melakukan hal tersebut. Prinsip kerjanya sederhana saja, yaitu di dalam masker terdapat kipas turbin kecil yang akan berputar saat kita menghembuskan nafas, kemudian turbin tersebut mengkonversikannya menjadi daya listrik untuk mencharger perangkat smartphone kita.

Ide perangkat unik ini berasal dari seorang ilmuwan bernama Joao Paulo Lammoglia . Hebatnya AIRE juga tercatat menyabet penghargaan prestisius “Red Dot DesignAwards: Best of the best 2011”. Karena perangkat AIRE inilah kita tak perlu susah-susah  mencari saklar listrik untuk mencharger smartphone kita saat drop, cukup memasang masker yang menutupi hidung dan mulut, lalu hubungkan kabel yang dimiliki AIRE ke perangkat smarphone kita, masalah baterai drop pun bisa teratasi.

Sayang perangkat AIRE ini hanya bisa digunakan untuk perangkat iPhone, iPad, dan iPod touch saja. AIRE bisa digunakan dimana saja. Sambil kita berjalan atau pun juga saat berolahraga. Dan, selayaknya masker umunya, AIRE bisa berfungsi juga melindungi kita dari polusi jalanan. #Ryan Maulana
[ Read More ]

Nasihat bagi Sang Anak

Tulisan berikut saya kopi dari sebuah milis, ditulis almarhumah Yoyoh Yusroh

Mari menyelam bersama di sini:
 
Nasihat Seorang Arab kepada Putranya (Ukhti Nayifah Uwaimir)
 
Wahai putraku...
Agar engkau menjadi seorang raja yang berwibawa di hadapan manusia...
Janganlah berbicara dalam berbagai urusan 
Kecuali setelah mengecek kebenaran sumbernya
Dan jika seseorang datang membawa berita, cari bukti kebenarannya sebelum dengan berani engkau berbicara
 
Hati-hati dengan isu... jangan percayai setiap yang dikatakan, 
jangan pula percaya sesuatu yang setengah engkau lihat
Dan jika engkau mendapatkan cobaan berupa seorang musuh...
hadapi dengan berbuat baik kepadanya...
tolak dengan cara yang lebih baik, niscaya permusuhan itu berubah menjadi cinta kasih.
 
Jika engkau hendak mengungkap kejujuran orang, ajaklah ia pergi bersama... dalam bepergian itu jati diri manusia terungkap... penampilan lahiriahnya akan luntur dan jati dirinya akan tersingkap! Dan "bepergian itu disebut safar karena berfungsi mengungkap yang tertutup, mengungkap akhlak dan tabiat".
 
Jika engkau diserang banyak orang sementara engkau berada di atas kebenaran... atau jika engkau diserang dengan kritikan-kritikan buruk... bergembiralah... sebab mereka sebenarnya sedang berkata: "Engkau orang yang sukses dan berpengaruh," sebab, anjing yang mati tidak akan ditendang, dan tidak dilempar kecuali pohon yang berbuah
 
Wahai putraku...
Jika engkau hendak mengkritik, biasakan untuk melihat dengan mata tawon lebah... dan jangan memandang orang lain dengan mata lalat, sebab engkau akan terjatuh kepada perkara yang busuk!
 
Tidurlah lebih awal wahai putraku agar bisa bangun lebih awal... sebab keberkahan ada di pagi hari, dan saya khawatir kehilangan kesempatan mendapatkan rezeki ALLAH yang Maha Penyayang disebabkan engkau begadang di malam hari, sehingga tidak bisa bangun pagi!
 
Akan aku ceritakan kepadamu kisah seekor kambing dan serigala, supaya engkau aman dari orang yang berbuat makar 
Dan saat seseorang memberikan tsiqah-nya kepadamu, jangan sampai engkau mengkhianatinya!
 
Akan aku ajak engkau ke sarang singa... akan aku ajarkan bahwa singa itu tidak menjadi raja hutan dikarenakan aumannya!
Akan tetapi, karena ia berjiwa tinggi!
Tidak mau memakan hasil buruan binatang lain, betapapun ia lapar... dan perutnya melilit-lilit... jangan mencuri jerih payah orang lain... sebab engkau menjadi keji!
 
Akan aku ajak engkau menemui bunglon... agar engkau menyaksikan sendiri tipu dayanya! Bunglon mengubah warna dirinya sesuai dengan tempat ia berada... agar engkau mengetahui bahwa yang seperti bunglon itu banyak... dan berulang-ulang! Dan bahwasanya ada orang-orang munafik... banyak pula manusia yang berganti-ganti pakaian... dan berlindung di balik alasan "ingin berbuat baik".
 
Wahai putraku...
Biasakan engkau bersyukur kepada ALLAH!
Cukuplah menjadi alasan untuk bersyukur kepadaNYA bahwa engkau dapat berjalan, mendengar, dan melihat!
Bersyukurlah kepada ALLAH, dan syukuri pula manusia...
sebab ALLAH SWT akan menambah orang-orang yang bersyukur
Dan manusia senang saat mendapati seseorang yang diberi sesuatu lalu orang itu menghargainya!
 
Wahai putraku... ketahuilah bahwa sifat utama yang paling agung dalam kehidupan ini adalah sifat jujur!
Dan bahwasanya kebohongan, meskipun tampak memberi keselamatan... namun jujur lebih berakhlak bagimu! Dan bagi orang sepertimu!
 
Wahai putraku...
Persiapkan alternatif untuk segala urusan... agar engkau tidak membuka jalan kehinaan!
Manfaatkan segala peluang... sebab peluang yang datang sekarang... bisa jadi tidak akan berulang!
 
Jangan berkeluh kesah... aku harap engkau optimis... siap menghadapi kehidupan...
Jauhilah orang-orang yang putus asa dan pesimis, lari dari mereka! Dan jangan sampai engkau duduk dengan seseorang yang selalu memandang sial kepada segala hal!
 
Jangan bergembira saat melihat orang lain terkena musibah... jangan pula menghina orang karena postur atau penampilannya...
Sebab dia tidak menciptakan dirinya... dan saat engkau menghina orang lain, pada hakikatnya engkau menghina ciptaan dari Dzat yang Maha Mencipta dan Membuat bentuk rupa.
 
Jangan membuka aib orang, sebab ALLAH akan membuka aibmu di rumahmu... sebab ALLAH-lah Dzat yang menutupi dan mencintai orang yang menutupi!
Jangan menzalimi siapapun... dan jika engkau hendak menzalimi dan engkau merasa mampu menzalimi, ingatlah bahwa ALLAH SWT lebih mampu!
 
Jika engkau merasa hatimu mengeras, usaplah kepala anak yatim... engkau akan terheran-heran... bagaimana usapan itu dapat menghilangkan rasa keras hati dari hatimu, seakan hatimu menjadi pecah dan melunak!
Jangan mendapat dalam perdebatan...
Kedua pihak merugi.
 
Kalau kita yang kalah, kita merugi telah kehilangan kebesaran kita, dan jika menang, kita juga merugi, telah kehilangan orang lain yang menjadi lawan debat kita... semua kita kalah... baik yang merasa menang dan yang merasa belum menang!
Jangan monopoli pendapat... yang bagus adalah engkau memengaruhi dan dipengaruhi!
Hanya saja, jangan larut dalam pendapat banyak orang... dan jika engkau merasa bahwa pendapatmu benar... tegarlah dan jangan terpengaruh!
 
Wahai putraku...
Engkau dapat mengubah keyakinan orang... dan engkau menguasai hati mereka tanpa engkau sadari! Bukan dengan sihir, bukan pula dengan jampi... namun, dengan senyumanmu... dan kosakatamu yang lembut... dengan keduanya, engaku dapat menyihir!
Oleh karena itu, tersenyumlah...
Mahasuci ALLAH yang telah menjadikan senyuman sebagai ibadah dalam agama kita, dan kita mendapatkan pahala darinya!
 
Di Cina... jika engkau tidak murah senyum, mereka tidak akan berikan lisensi kepadamu untuk membuka kedai... 
Jika engkau tidak menemukan orang yang tersenyum kepadamu, tersenyumlah engkau kepadanya!
Jika bibirmu terbuka karena senyuman...
dengan cepat... 
terbuka pula hati untuk mengekspresikan isinya.
 
Jika orang meragukanmu, bela dirimu... jelaskan... dan beri keterangan pembenarannya!
Jangan suka nimbrung dan mengenduskan hidungmu dalam segala urusan... jangan pula ikut-ikutan, berposisi bersama banyak orang saat mereka bersikap!
 
Wahai putraku... jauhkan dirimu dari hal ini... aku sangat tidak suka kalua melihatmu seperti ini!

Jangan bersedih wahai putraku terhadap apa yang terjadi dalam kehidupan! Sebab kita tidak diciptakan kecuali untuk diuji dan diberi cobaan... sehingga ALLAH melihat kita... adakah kita bersabar?
Karena itu... santai saja... jangan keruh hati! Yakinlah bahwa jalan keluar dekat...
"Jika mendung semakin hitam, pertanda, sebentar lagi hujan!"
 
Jangan meratapi masa lalu, cukuplah bahwa ia telah berlalu...
sia-sia kalau kita memegang gergaji kayu, lalu menggergaji!
Tataplah hari esok... persiapkan diri... dan singsingkan lengan baju untuk menghadapinya!
 
Jadilah orang yang mulia... berbanggalah dengan dirimu!
Sebagaimana engkau melihat dirimu, begitulah orang lain akan melihatmu...
Jangan sekali-kali meremehkan dirimu!! sebab engkau menjadi besar saat engkau ingin besar...
hanya engkau saja yang memutuskan ia menjadi kecil!
 
Yoyoh Yusroh (Almh)
Komisi I DPR RI

"Tidak Semua Orang Bisa Membuat KEBIJAKAN, tapi Setiap Orang Bisa Berbuat KEBAJIKAN"
[ Read More ]

    Free INDONESIA Cursors at www.totallyfreecursors.com